Presiden Prabowo Subianto(tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden.)
PRESIDEN Prabowo Subianto memasang sasaran untuk menuntaskan persoalan sampah di seluruh kota di Indonesia dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan. Presiden menegaskan bahwa kunci penyelesaian masalah menahun ini terletak pada penggunaan teknologi dalam negeri nan efisien dan terjangkau.
“Kita punya teknologi sekarang, teknologi untuk membersihkan sampah, buatan kita sendiri, tidak terlalu mahal,” ujar Presiden Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).
Andalkan Inovasi Lokal, Bukan Impor
Presiden meyakini bahwa dengan mengoptimalkan peran perguruan tinggi dan penemuan lokal, Indonesia tidak perlu lagi berjuntai pada teknologi mahal dari luar negeri untuk mengelola limbah. Visi ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan nan bersih secara merata dari Sabang hingga Merauke.
“Dalam waktu dua tiga tahun, sampah seluruh Indonesia bakal kita selesaikan. Tidak bakal ada kota, tidak bakal ada jalan, tidak bakal ada bagian Indonesia nan aroma oleh sampah,” tegas Presiden nan langsung disambut tepuk tangan riuh dari para peserta rapat.
Pertemuan strategis di Istana ini tidak hanya dihadiri oleh jejeran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, tetapi juga melibatkan seluruh pejabat Eselon I kementerian dan lembaga serta Dirut BUMN.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa keterlibatan pejabat eselon I sangat krusial agar pengarahan Presiden dapat langsung dieksekusi hingga level teknis.
“Bapak Presiden merasa krusial untuk menyampaikan langsung kepada seluruh eselon satu lantaran kita semua ini satu kesatuan. Di kementerian ada menteri, didukung oleh eselon satu dan jejeran di bawahnya,” jelas Angga.
Langkah ini diambil untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan memastikan penerapan kebijakan pemerintah melangkah selaras tanpa halangan birokrasi di lapangan.
(Ant/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·