Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor Minyak dan LPG dalam 3 Tahun

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Prabowo Targetkan Indonesia Setop Impor Minyak dan LPG dalam 3 Tahun Presiden Prabowo Subianto.(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk membawa Indonesia mencapai kemandirian energi dengan menargetkan penghentian impor minyak dan LPG dalam waktu tiga tahun ke depan. Hal tersebut disampaikan Presiden saat meluncurkan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

"Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, Insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi," ujar Prabowo sebagaimana dikutip dari tayangan resmi Sekretariat Presiden.

Prabowo menjelaskan bahwa sasaran ambisius ini kudu didukung oleh beragam langkah strategis, mulai dari pembangunan PLTS 100 GW, optimasi daya geothermal, pengembangan ladang gas baru, hingga upaya peningkatan lifting minyak nasional secara signifikan.

Program PLTS 100 GW menjadi pilar utama dalam upaya membangun kedaulatan daya agar Indonesia tidak lagi berjuntai pada dinamika dunia maupun kondisi negara lain. Presiden menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari visi besar untuk membikin Indonesia berdiri di atas kaki sendiri.

Pemerintah optimistis pembangunan kapabilitas listrik baru sebesar 100 GW tersebut dapat direalisasikan dalam tiga tahun. Sebagai perbandingan, kapabilitas listrik nasional saat ini berada di nomor 88 GW nan berasal dari batu bara, minyak, gas, hingga geothermal.

"Kita bakal membangun 100 gigawatt dan kita tidak main-main, sasaran kita adalah 100 gigawatt dalam tiga tahun," tegas Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung soal efisiensi anggaran. Namun, dia enggan memaparkan perincian teknis lebih lanjut lantaran perihal tersebut telah dilaporkan secara rinci oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia