Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin mengumpulkan para pemimpin negara-negara ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Rusia-ASEAN nan digelar di Kazan, Rabu (17/6/2026). Pertemuan ini berjalan di tengah absennya Presiden RI Prabowo Subianto nan sebelumnya dijadwalkan menghadiri agenda di Rusia.
Dalam pesan sambutannya pada forum upaya nan digelar di sela-sela KTT, Putin menegaskan komitmen Moskow untuk mempererat hubungan ekonomi dengan negara-negara Asia Tenggara. Ia optimistis forum tersebut bakal membuka kesempatan baru bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri antara Rusia dan ASEAN.
"Saya percaya pertemuan ini bakal menciptakan kesempatan baru untuk memperluas perdagangan, investasi, dan kerja sama industri nan saling menguntungkan, sekaligus memperkuat perbincangan langsung antara organisasi upaya kita," kata Putin, seperti dikutip Associated Press, Kamis (18/6/2026).
Penasihat kebijakan luar negeri Kremlin Yuri Ushakov mengatakan pertemuan dua hari tersebut membahas penguatan kemitraan strategis Rusia dengan negara-negara ASEAN nan mencakup Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Timor-Leste, dan Vietnam. KTT kali ini juga menandai 35 tahun hubungan Rusia dengan ASEAN.
Menurut Ushakov, para peserta turut berganti pandangan mengenai rumor dunia dan regional serta menegaskan komitmen untuk mendorong tatanan bumi multipolar nan lebih setara berasas norma internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di sela-sela KTT, Putin menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan pemimpin ASEAN, termasuk Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr., Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Marcos apalagi mengundang Putin menghadiri KTT ASEAN di Manila pada November mendatang.
Dalam resepsi resmi bagi para delegasi, Putin menegaskan bahwa Rusia dan negara-negara ASEAN mempunyai kesamaan pandangan dalam mendukung prinsip kedaulatan negara dan non-intervensi. Ia menilai setiap negara mempunyai model pembangunan masing-masing tanpa perlu memaksakan pandangan kepada pihak lain.
Pertemuan di Kazan juga menjadi momentum krusial bagi Rusia untuk memperluas pengaruh ekonomi di Asia Tenggara. Sejumlah negara ASEAN, termasuk Indonesia, Filipina, Thailand, dan Vietnam, diketahui telah mengimpor alias menyatakan minat membeli minyak mentah Rusia setelah lonjakan nilai daya dunia akibat bentrok di Timur Tengah.
Selain membahas kerja sama dengan ASEAN, Putin juga berjumpa Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan untuk membicarakan hubungan bilateral nan menurut Kremlin terus berkembang di tengah dinamika geopolitik global.
(tfa/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·