Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Indonesia, Ini Langkah Menkeu dan BI

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Prabowo Soroti Arus Modal Keluar Indonesia, Ini Langkah Menkeu dan BI

Presiden Prabowo (Foto: Okezone)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meletakkan perhatian serius terhadap kejadian arus modal keluar (capital outflow) nan dipicu aksi jual penanammodal asing di pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN) selama kuartal I 2026. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa meskipun tekanan di pasar modal dan SBN cukup besar, dampaknya tetap dapat dinetralisir oleh aliran modal masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Menanggapi situasi tersebut, Presiden menginstruksikan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia (BI) untuk mempererat kerja sama guna membendung derasnya aliran modal keluar ke depannya.

“Beberapa perihal nan menjadi perhatian tentu mengenai dengan Bapak Presiden memandang mengenai dengan capital outflow, dan capital outflow tadi didalami bahwa disebabkan oleh satu, pasar modal; dua, SBN; dan tiga dinetralisasi oleh SRBI. Dan tadi disepakati, dilaporkan ke Bapak Presiden, kesepakatan kerja sama antara BI dan Menteri Keuangan,” ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026) malam.

Gubernur BI, Perry Warjiyo mengakui bahwa secara tahun melangkah (year-to-date), pasar finansial domestik memang tetap mencatatkan outflow. 

Namun, koordinasi intensif antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan BI mulai menunjukkan hasil positif dengan kembalinya aliran modal masuk (inflow) ke pasar saham dalam beberapa pekan terakhir.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan minat penanammodal asing, pemerintah dan BI sepakat untuk mengoptimalkan SRBI sebagai instrumen penyeimbang. Strategi ini diharapkan bisa memastikan total portofolio asing di Indonesia tetap mencatatkan inflow bersih.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com