Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto menyinggung mengenai sosok pemimpin nan menghasut kerusuhan sebagai pengkhianat. Wakil Ketua Umum DPP PAN Saleh Partaonan Daulay menilai pernyataan Prabowo itu rayuan untuk membangun suasana politik nan teduh, tanpa ketegangan dan provokasi.
"Pesannya jelas. Kalau kemarin kalah, tidak perlu membujuk orang lain untuk ribut. Santai saja. Kalau kelak pas waktunya, silahkan ikut lagi," kata Saleh kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
"Presiden Prabowo di banyak kesempatan sudah berulang kali menceritakan perjalanan karir politiknya. Walau beberapa kali kalah, langkahnya tidak pernah surut. Terus maju hingga akhirnya berhasil," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saleh menyebut konstalasi politik nasional sejauh ini sangat baik dan kondusif. Menurutnya, jika ada dinamika dalam bagian politik, ekonomi dan penegakan hukum, itu kudu dihadapi dengan tenang.
"Ada masanya berkompetisi, ada masanya kerja sama. Kalau sekarang, masanya kerja sama. nan dulu berseberangan waktu pemilu, sekarang malah boleh saling bahu-membahu dalam pembangunan," ucapnya.
Lebih jauh, Saleh juga tidak dapat menangkap siapa nan disentil dan disindir Prabowo soal 'pemimpin pengkhianat' tersebut. Dia membujuk semua pihak untuk menjadikannya sebagai perisai moral dan akhlak.
Saleh menilai pernyataan Prabowo itu rayuan untuk melakukan baik bagi semua, termasuk untuk para pihak nan ada di luar pemerintahan.
"Anggap tenteram aja. Tidak perlu tafsir terlalu lebar. Apalagi maksud presiden itu hanya membujuk agar semua ikut terlibat dan berpartisipasi," tegasnya.
Sebelumnya, Prabowo menekankan perbedaan partai di Indonesia tak masalah. Kendati demikian, Prabowo mengungkit ada pihak nan menganjurkan aktivitas 'bakar-bakar' di republik ini.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam puncak Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Minggu (12/7). Prabowo mulanya berbincang soal pemberantas korupsi termasuk BUMN-BUMN nan ditertibkan di bawah kepemimpinannya.
"Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah," kata Prabowo dalam sambutannya.
Ia menyebut siapa pun pemenang bakal didukung. Prabowo mengungkit pihak kalah jangan justru menganjurkan untuk bakar-bakar.
"Siapa nan menang, monggo. Jangan jika kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin nan menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat, saudara-saudara sekalian," ujar Prabowo.
(fas/eva)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·