Prabowo Sebut Pemimpin Anjurkan Pembakaran Fasilitas Umum adalah Pengkhianat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyebut pemimpin nan sengaja menganjurkan tindakan perusakan dan pembakaran akomodasi umum sebagai pemimpin pengkhianat. Pernyataan keras ini disampaikan langsung oleh Presiden saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Koperasi Nasional Ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu.

Dalam pidatonya, Prabowo membujuk seluruh komponen bangsa untuk menjaga persatuan meskipun mempunyai perbedaan pilihan politik. Ia menekankan pentingnya menghormati hasil kerakyatan dan tidak melakukan tindakan pemberontak setelah kalah dalam kontestasi.

"Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa nan menang monggo. Jangan jika kalah mau bakar-bakar. Itu bangsa apa itu? Pemimpin nan menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat," kata Prabowo.

Presiden apalagi menambahkan keyakinannya terhadap norma karma nan bakal menimpa para pemimpin nan menganjurkan tindakan destruktif tersebut. "Saya percaya norma karma bakal kena kepada mereka semua itu," ujarnya menambahkan.

Refleksi Pengalaman Pribadi dalam Kontestasi Politik

Presiden Prabowo Subianto kemudian merefleksikan pengalaman pribadinya dalam mengikuti kontestasi politik. Ia mengungkapkan telah lima kali mengikuti pemilihan presiden dan mengalami kekalahan sebanyak empat kali. Namun, dia menegaskan tidak pernah sekali pun mengarahkan pendukungnya untuk melakukan tindakan perusakan maupun pembakaran.

"Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Gak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja enggak. Saya datang pelantikan rival saya. Saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," ujarnya.

Prabowo kemudian mengibaratkan kontestasi politik seperti pertandingan sepak bola nan kudu dijalani dengan semangat sportivitas. Menurut dia, persaingan merupakan perihal nan wajar dalam kerakyatan dan tidak boleh berujung pada tindakan anarkis.

Contoh Persatuan dalam Pemerintahan

Sebagai bukti nyata rayuan bersatu, Presiden menyinggung dinamika politiknya dengan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar. Pada Pilpres 2024, keduanya berada di kubu nan berbeda, namun sekarang berbareng dalam pemerintahan.

"Ini Gus Imin, pertama berbareng saya, lenyap itu tidak berbareng saya, tetapi gak ada masalah, lantaran dalam hati Beliau, Beliau juga mau nan terbaik untuk Indonesia. Dan sekarang, Beliau berbareng saya untuk Indonesia. Saudara-saudara gak ada masalah," kata Prabowo.

Muhaimin Iskandar pada Pilpres 2024 maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan, bersaing dengan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.

Menutup pidatonya, Presiden kembali membujuk seluruh komponen bangsa untuk berasosiasi setelah kontestasi politik berakhir. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik nan membangun. "Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa. Kita ini keluarga. Buktikan bahwa bangsa Indonesia ini bangsa nan khas, bangsa nan bersatu. Kita bersaing, lenyap itu bersatu. Bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia. Jangan bisanya nyinyir. Kalau lu (kamu) gak setuju, lu gak mau bekerja, lu duduk aja baik-baik. Tetapi, kita terima kritik. Kita terima kritik. Kritik itu bagus. Itu artinya koreksi, waspada. Kita mau terima kritik," kata Prabowo.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑