Prabowo Panggil Menteri KKP-Mendiktisaintek ke Istana Siang Ini, Bahas Apa?

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Prabowo Panggil Menteri KKP-Mendiktisaintek ke Istana Siang Ini, Bahas Apa?

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono (Foto: Riyan Rizki/Okezone)

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memanggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono ke Istana Negara, Jakarta Pusat, siang ini.

Berdasarkan pantauan di Kompleks Istana Kepresidenan, terlihat Mendiktisaintek Brian Yuliarto tiba lebih dulu sekitar pukul 13.50 WIB. Tak berselang lama, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono juga tiba di Istana.

Saat dikonfirmasi apa nan bakal dibahas dengan Presiden Prabowo, Menteri Brian mengaku belum mengetahui materi nan bakal dibahas. “Saya belum… hanya mungkin tentang Giant Sea Wall ya. Tapi kelak saya lihat dulu ya,” kata Brian, Senin (20/4/2026).

Sebelumnya, proyek Giant Sea Wall (GSW) di area Pantai Utara Jawa (Pantura) sekarang memasuki tahap penyusunan master plan. Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menegaskan perencanaan ini dilakukan sesuai pengarahan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan mempercepat pengerjaan megaproyek untuk menanggulangi penurunan permukaan tanah dan akibat banjir rob di wilayah pesisir.

Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, menjelaskan pembangunan GSW menjadi pengganti dalam mengatasi masalah pesisir, termasuk banjir rob, degradasi lingkungan, dan tersendatnya aliran air lantaran minimnya wilayah penampung seperti embung alias bendungan.

“Dengan kondisi seperti itu, Bapak Presiden mengarahkan kami untuk segera menyusun master plan sebagai persiapan rencana induk pembangunan dan perlindungan Pantura Jawa,” kata Didit saat ditemui di instansi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin 23 Februari 2026.

Berdasarkan kajian BOPPJ, sekitar 17 juta jiwa masyarakat di Pantura terdampak banjir rob dan penurunan permukaan tanah. Potensi kerugian ekonomi akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai USD368,37 miliar.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com