Prabowo Panggil Dudung ke Istana Bahas Isu Geopolitik-Pertahanan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Prabowo Panggil Dudung ke Istana Bahas Isu Geopolitik-Pertahanan

Dudung Abdurachman (Foto: Binti M/Okezone)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman ke Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026) sore. Pertemuan itu diagendakan untuk membahas sejumlah rumor strategis mengenai pertahanan nasional dan situasi geopolitik global.

Dudung mengonfirmasi dirinya diminta menghadap Kepala Negara sekitar pukul 15.00 WIB setelah dihubungi ajudan Presiden Prabowo pada malam sebelumnya. “Oh, saya belum tahu. Tadi kan saya sebagai Penasihat Presiden, tentunya mungkin ada hal-hal nan beliau minta saran masukan. Biasanya beliau kan suka minta saran masukan dari kita sebagai penasihat,” ujar Dudung sebelum memasuki area Istana.

Terkait agenda spesifik, Dudung mengungkapkan pembicaraan bakal mencakup ranah nasional maupun internasional, termasuk perkembangan situasi di Timur Tengah. “Ya itu kelak saya sampaikan ke beliau. Nanti setelah kembali baru saya sampaikan. Nasional dan internasional. Ya, kira-kira itulah (Timur Tengah),” imbuhnya.

Satu poin nan menarik perhatian adalah wacana mengenai Major Defense Partnership (MDP) antara Indonesia dan Amerika Serikat. Dudung mengisyaratkan kerja sama militer dengan AS merupakan agenda lama nan kemungkinan besar bakal terus bersambung di bawah pemerintahan Presiden Prabowo.

“Itu kan sudah lama juga, dan ini kelihatannya bakal terus dilanjutkan kerja sama kita dengan Amerika. Tetapi hal-hal nan prinsip, saya rasa beliau kelak lebih tahu. Saya juga kelak bakal bertanya kepada beliau,” jelas Dudung.

Sementara itu, menanggapi kekhawatiran pengamat mengenai pesawat militer asing, khususnya Amerika Serikat, nan melintasi wilayah udara Indonesia tanpa izin, Dudung memberikan pernyataan tegas. Ia menekankan kedaulatan wilayah udara RI kudu dihormati sesuai patokan internasional.

“Oh ya, itu sudah norma internasional, ya tidak boleh (melintas),” tegas mantan Kasad tersebut.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com