Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintahannya menunda pembangunan kantor-kantor nan megah dan kudu lebih memprioritaskan produktivitas.
Prabowo baru saja meresmikan panen raya udang di Tambak Budidaya Udang Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5). Dia menyebutkan, tambak seluas 65 hektare nan baru saja beraksi 3 tahun ini sudah bisa menghasilkan udang 40 ton setiap hektarenya.
Ke depannya, Prabowo berencana membangun tambak-tambak udang dan ikan di wilayah lain, seperti di Waingapu seluas 2.000 hektare, Gorontalo sebesar 200 hektare, dan wilayah Pantura hingga 14.000 hektare.
"Kita bakal bangun proyek-proyek produktif nan menghasilkan protein dan untuk rakyat kita dan juga untuk jual ke luar negeri. Supaya kita bisa dapat devisa," ungkapnya.
Dengan demikian, Prabowo meminta kepada kabinetnya untuk menunda pembangunan kantor-kantor bentuk nan megah. Pasalnya, dia mau pemerintah lebih mengutamakan produktivitas daripada bangunan.
"Jadi maaf kita sekarang agak tundalah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu, tapi jangan ada instansi enggak ada produktivitas," ungkapnya.
"Kantor megah produknya enggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan," tegas Prabowo.
Prabowo memastikan dalam beberapa bulan ke depan, pemerintah bakal mempercepat pembangunan nan produktif. Dia menilai proyek produktif ialah kudu menghasilkan nilai tambah kepada negara dan masyarakat.
"Batasan produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita. Kedua, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita. Itu makna produktif," jelasnya.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·