Prabowo Minta Semua Barang Subsidi Disalurkan Lewat Koperasi, Obat Dijual Murah

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri Hari Koperasi Nasional 2026 dengan tajuk "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya" di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah bakal menjadikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai jalur utama penyaluran beragam peralatan subsidi di tingkat desa. Langkah ini dilakukan agar support pemerintah lebih tepat sasaran sekaligus mencegah praktik penyimpangan dan penyelundupan peralatan subsidi.

Menurut Prabowo, KDMP nantinya tidak hanya berfaedah sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi pusat pengedaran beragam kebutuhan masyarakat nan mendapat subsidi pemerintah, mulai dari pupuk hingga LPG.

Prabowo menjelaskan pendapat pembentukan Koperasi Merah Putih berasal dari keinginannya memutus ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. Karena itu, pemerintah mendorong pembentukan koperasi simpan pinjam di seluruh desa dan kelurahan nan jumlahnya mencapai sekitar 81 ribu.

"KDMP kelak bakal jadi pusat pelayanan ekonomi desa nan terintegrasi. Di dalam ada instansi koperasi, toko sembako, jasa simpan pinjam, toko obat desa. Kita bakal buka toko obat di desa, obat-obatnya obat generik nan harganya jauh lebih murah dari toko obat di kota," katanya di aktivitas Hari Koperasi Nasional di Jakarta, Minggu (12/7).

Pekerja menata tabung gas 3kg di SPBE Tanjungwangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (6/3/2025). Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO

Prabowo mengatakan keberadaan koperasi tersebut diharapkan bisa mengurangi praktik pinjaman berbunga tinggi nan selama ini membebani masyarakat desa. Setelah konsep koperasi dirancang, pemerintah kemudian memandang kesempatan untuk memperluas fungsinya sebagai saluran pengedaran beragam peralatan bersubsidi.

“Masalahnya adalah untuk memotong cengkeraman para lintah darat itu. Supaya membebaskan jutaan rakyat kita dari ketergantungan kepada itu. Dan akhirnya muncul lagi bahwa oh iya pupuk bersubsidi bisa di koperasi,” ungkapnya.

“Kemudian gas, tabung-tabung gas itu bisa di koperasi. Kemudian nyaris semua barang-barang subsidi bisa kita salurkan melalui kooperasi agar tidak diselewengkan. Karena banyak peralatan subsidi diselewengkan tidak sampai ke rakyat nan perlu, tapi diatur-atur sedemikian,” tambahnya.

Menurut Prabowo, penyimpangan peralatan subsidi selama ini menjadi persoalan serius. Bahkan, dia menyebut sebagian peralatan subsidi justru diselundupkan ke luar negeri sehingga tidak dinikmati oleh masyarakat nan berhak.

Presiden Prabowo Subianto meninjau Koperasi Desa Merah Putih, Kabupaten Nganjuk, (16/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

“Bahkan banyak nan diselundupkan ke luar negeri saudara-saudara rakyat. Itulah latar belakang Koperasi Merah Putih. Kemudian kita mulai rapat, kita mulai susun, kita mulai merencanakan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan pemerintah sengaja mempercepat penyelenggaraan program Koperasi Merah Putih. Menurutnya, masyarakat memerlukan solusi nan segera sehingga pemerintah tidak bisa hanya menempuh prosedur nan menyantap waktu panjang.

Ia menilai penyusunan naskah akademik, penyelenggaraan proyek percontohan, hingga uji coba berjenjang bakal membikin masyarakat terlalu lama menunggu faedah program tersebut.

“Ada beberapa pilihan kita bisa dilaksanakan dengan cara-cara biasa. Tapi rakyat nan susah, tidak dalam keadaan biasa. Mereka memerlukan tindakan cepat, kita tidak bisa dengan cara-cara biasa saudara-saudara kalian,” tutur dia.

Prabowo mengatakan pemerintah memilih menjalankan program secara langsung dengan tetap memperhitungkan keahlian pelaksanaannya.

“Saya memilih jalan nan berani, jalan nan tegas, jalan nan besar. Tapi terukur dan terjangkau oleh kita. Dan itu nan sudah kita laksanakan saudara-saudara kalian,” pungkasnya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan