Prabowo Minta Periset BRIN Matikan Mic saat Bicara Teknologi Nuklir

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto berkeliling ruangan di laman tengah Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis, (6/8), selama lebih dari satu jam untuk memandang langsung sejumlah hasil riset dan penemuan para periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Lebih dari 150 periset dan peneliti dari beragam wilayah Indonesia memamerkan dan menjelaskan secara langsung hasil riset dan penemuan mereka kepada Presiden Prabowo di Istana.

Hasil riset nan dipamerkan di Istana hari ini sebagian besar mendukung program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, di antaranya seperti tanggul laut raksasa (giant sea wall), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), Gentengisasi, pengolahan sampah, dan program-program lainnya seperti kemandirian energi, ketahanan pangan, pertahanan dan keamanan, serta program tiga juta rumah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Antara, Presiden Prabowo nan didampingi oleh Kepala BRIN Arif Satria dan Wakil Kepala BRIN Amarulla Octavian, pertama-tama menyambangi booth Teknologi Kedirgantaraan dan Keantariksaan.

Peneliti BRIN nan ada di titik tersebut kemudian menjelaskan teknologi satelit pembawa kamera buatan Indonesia. Perangkat tersebut dibuat di laboratorium BRIN di Bogor, Jawa Barat, dan sejauh ini, perangkat tersebut telah digunakan untuk pemetaan, termasuk saat memetakan akibat bencana.

Kemudian, Presiden lanjut mengecek tiga teknologi nan dapat mendukung program tanggul laut raksasa, di antaranya tanggul tegak multifungsi dengan penghasil daya listrik, dan pemecah gelombang nan telah dipasang di sejumlah pantai di Indonesia.

Di booth Teknologi Nuklir, Presiden Prabowo berakhir cukup lama dan berbincang-bincang dengan sejumlah menteri nan ikut mendampingi.

Di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa Didit Herdiawan Ashaf, dan CTO Danantara Sigit P. Santosa.

Peneliti BRIN nan meriset teknologi nuklir itu menjelaskan kepada Presiden bahwa para periset siap mendukung rencana pemerintah membangun pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Periset BRIN itu menjelaskan Indonesia mempunyai potensi Uranium hingga 89.000 ton dan Thorium 143.000 ton. Dalam kesempatan nan sama, dia menjelaskan peneliti BRIN saat ini sukses memurnikan Uranium hingga 60 persen.

"Ini keahlian dari kami memurnikan uranium sampai dengan 60 persen," kata periset BRIN. Prabowo lalu buru-buru meminta periset tersebut mematikan microphone.

Peneliti BRIN tersebut lampau melanjutkan penjelasan tanpa mic. Penjelasannya tidak terdengar lagi. Prabowo cukup antusias mendengarkan tentang teknologi nuklir tersebut.

Sebanyak 15 booth dari beragam bagian riset dan penemuan dikunjungi oleh Presiden hari ini. Booth-booth tersebut merupakan turunan dari delapan agenda riset nasional, nan mencakup kedirgantaraan dan keantariksaan, ketahanan air, tenaga nuklir, daya dan mineral, lingkungan dan pengelolaan sampah, perumahan dan kebencanaan, kesehatan, transportasi, MBG, pangan dan pertanian, pendidikan, perikanan, pertahanan dan keamanan, hingga pelestarian warisan budaya.

Dalam kesempatan terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi, nan juga Juru Bicara Presiden RI, menjelaskan hasil riset nan ditampilkan di Istana hari ini bukan sekadar etalase.

"Ini penanda Indonesia mempunyai kapabilitas nyata untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa secara mandiri, khususnya di bagian strategis seperti pangan, energi, air, kesehatan, pertahanan, dan industrialisasi nasional," kata Prasetyo Hadi.

(antara/fra)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional