Prabowo Minta Investigasi Kapal Virgo Transport 8 Libatkan TNI- Polri

Sedang Trending 41 menit yang lalu
Prabowo Minta Investigasi Kapal Virgo Transport 8 Libatkan TNI- Polri Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara hybrid mengenai penanganan sejumlah musibah di Tanah Air dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 16 September 2026.(Dok.BPMI Setpres/Kris)

PRESIDEN Prabowo Subianto meminta proses investigasi kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa dilakukan secara menyeluruh. Selain mengusut penyebab kejadian, pemerintah diminta memastikan seluruh kewenangan family korban mendapat perhatian dan dipenuhi dengan baik. Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas berbareng jejeran pemerintah melalui konvensi video dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (16/9).

Presiden meminta Kementerian Perhubungan segera berkoordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) seraya menginstruksikan agar proses penyelidikan melibatkan unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya berbareng dengan Basarnas, juga pastikan hak-hak family korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Selanjutnya juga saya minta investigasi nan mendalam dan objektif tentang kejadian tersebut," ujar Prabowo seperti dikutip pada Kamis (17/9). 

Dalam rapat itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafi’i memaparkan perkembangan penanganan kecelakaan KMP Virgo Transport 8. Kapal tersebut diketahui bertolak dari Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dengan membawa 243 penumpang serta 89 kendaraan.

Kapal berangkat pada 13 September 2026. Sekitar pukul 01.00, kapal menghadapi kondisi cuaca jelek nan ditandai gelombang tinggi dan hembusan angin kencang.

"Satu jam berikutnya dilaporkan kondisi kapal mengalami kemiringan berat, dan dalam satu jam berikutnya kapal sudah tidak bisa berkomunikasi. Pada pukul 04.10 Badan SAR Nasional mengaktifkan operasi SAR dan melalui Basarnas Command Center," ujar Syafi'i.

Merespons laporan tersebut, Basarnas mengirimkan personel dan armada laut serta udara ke titik kejadian. Kapal-kapal nan berada di sekitar letak juga ikut membantu proses penyelamatan.

Pada tahap awal operasi, sebanyak 108 orang sukses ditemukan dalam kondisi selamat. Petugas juga mengevakuasi enam korban nan dinyatakan meninggal dunia. Dengan demikian, total korban nan sukses dievakuasi pada hari pertama mencapai 114 orang.

"Kami sampaikan mulai dari kapal MT Mauhau, kapal TB TCP, Haida, KM Cahaya Bahari, dan kapal Nelayan Sri Asih, telah sukses mengevakuasi korban dengan jumlah 108 kondisi selamat dan 6 kondisi meninggal. Jadi total korban nan terevakuasi pada hari pertama sebanyak 114 korban," tuturnya.

Memasuki hari keempat pencarian, Basarnas tetap melanjutkan operasi dengan mengandalkan kekuatan dari sektor udara dan laut. Untuk memperluas pencarian di bawah permukaan air, tiga tim unik juga telah dipersiapkan.

Operasi bawah air tersebut mendapat support KRI Canopus dari Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), nan mempunyai keahlian untuk melakukan pencarian di bawah laut.

"Hari ini, memasuki hari keempat, operasi kami tetap melaksanakan, baik itu dari unsur udara, kemudian unsur laut, dan kami menyiapkan tiga tim untuk melaksanakan operasi sub underwater, di mana untuk unsur kapalnya sendiri, kami didukung oleh KRI nan mempunyai keahlian untuk underwater ialah Pushidros, ialah KRI Canopus. Kemudian dari tiga tim, kami kerahkan, nan pertama dari satu tim, dari Basarnas special group, kemudian dua tim dari TNI Angkatan Laut, ialah dari pasukan katak dan penyelam khusus," pungkas Syafi'i. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia