Prabowo Mau Produksi Massal Teknologi Tepung Ubi Padamkan Karhutla

Sedang Trending 11 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan uji coba produksi massal teknologi tepung untuk memadamkan api kebakaran rimba dan lahan.

"Menarik sekali itu bahan bakunya dari ubi, dari singkong. Wah coba diproduksi dalam skala besar ya. Ajukan biaya untuk produksinya ya, kita usahakan semua upaya," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla, Palembang, Senin (24/8).

"Berarti nan kita water bomb bukan water bomb ya ubi bombing. Hah? Ya jika satu heli MI-17 bisa berapa ton? 4 ton water bombing. Mungkin 4 ton ubi serbuk alias ubi apa tepung ini kita uji coba efektif luasnya berapa ya," imbuh Prabowo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inovasi tepung pemadam kebakaran ini mulanya disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat tersebut.

Ia menyampaikan itu dalam merespons pertanyaan Prabowo ihwal penemuan pemadaman karhutla, selain langkah konvensional menggunakan air.

"Ada sejenis unsur nan menggunakan bahan baku utama dari tepung nan bisa digunakan untuk mencegah Pak jadi jika disemprot dengan perangkat dengan unsur tersebut itu dia bisa mencegah agar antara api O2 dan CO2 itu bisa terpisah Pak," ucap Listyo.

Listyo menjelaskan penemuan itu mungkin bisa diproduksi dalam jumlah nan cukup besar, hanya saja memerlukan riset lebih dalam lagi.

Ia menyebut penemuan itu bisa digunakan untuk mencegah, sekaligus memadamkan api permulaan.

"Tapi jika misalkan luasannya alias size dari jumlah tepung tersebut juga cukup mungkin api dalam corak sedang alias besar juga bisa," ujarnya.

"Tepung itu Pak tepung dari ubi Pak," imbuh dia.

Pada saat nan sama, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyampaikan penemuan itu merupakan hasil temuan personil Babinsa di Lubuklinggau.

Hanya saja, hingga sekarang kapabilitas produksinya tetap kecil.

"Memang kapabilitas produksinya tetap mini bapak. Kalau memang ada ini kami bakal coba secara besar sehingga kelak ini juga sudah disampaikan kepada BNPB," kata Darwis.

(mnf/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional