Prabowo Lantik Satyawan Pudyatmoko dan Mayjen Sriyanto Jadi Kepala-Wakil BPGMN

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto melantik Satyawan Pudyatmoko sebagai Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Manggrove Nasional (BPGMN). Di saat nan sama, Prabowo juga melantik Mayjen Sriyanto sebagai wakilnya.

Pelantikan itu digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/10/2026) siang. Pelantikan itu didasari pada Keppres Nomor 43M Tahun 2026 tentang Badan Pengelolaan Gambut dan Magrove Nasional. Prabowo kemudian memandu para pejabat nan dilantik untuk mengucap sumpah dan janji.

"Bahwa saya, bakal setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta bakal menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma hormat saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas kedudukan bakal menjunjung tinggi etika kedudukan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab," kata Prabowo ujar Prabowo nan diikuti para pejabat nan dilantik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN), nan melibatkan para intelektual dan akademisi. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan langkah itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan lahan gambut sekaligus mencegah kebakaran rimba dan lahan (karhutla) agar tidak terus berulang ke depan.

Keputusan tersebut menjadi salah satu hasil dari obrolan Prabowo berbareng sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Teddy mengatakan bahwa Prabowo secara langsung mendengarkan pandangan para mahir untuk memperoleh pemahaman nan lebih menyeluruh mengenai persoalan tersebut.

"Mendengar langsung dari para mahir menjadi langkah krusial untuk memahami persoalan dari beragam perspektif pandang," ujar Teddy dalam keterangan tertulis.

Teddy juga menjelaskan bahwa BPGMN nantinya melibatkan para intelektual dan profesional. Pelibatan tersebut diarahkan untuk memperkuat beragam upaya pencegahan, riset, pemetaan, serta sistem penemuan awal dan titik panas sebagai bagian dari pengelolaan area gambut nan lebih komprehensif.

(eva/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑