Binti Mufarida
, Jurnalis-Senin, 24 Agustus 2026 |11:51 WIB

Prabowo ke Riau Cek Penanganan Kebakaran Hutan
PEKANBARU - Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Riau dilakukan sejak titik panas alias hotspot terdeteksi. Prabowo menegaskan abdi negara tidak boleh menunggu hotspot berubah menjadi titik api.
Demikian disampaikan Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, Senin (24/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Riau M. Edy Afrizal melaporkan terdapat 306 hotspot nan terdeteksi di Riau hingga 23 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh titik telah menjadi titik api nan tersebar di empat kabupaten, ialah Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kampar.
“Jangan nunggu sampai jadi titik api. Ya tolong ya, masuk... masuk ke titik hotspot itu. Segera aja masuk ambil tindakan dini,” kata Prabowo.
Prabowo kemudian meminta pemerintah wilayah menyiapkan langkah pencegahan di letak hotspot, termasuk pembangunan sumur bor untuk memastikan kesiapan air andaikan terjadi potensi kebakaran. “Segera aja di 300 titik langsung bikin bor air,” tegasnya.
Menurut Edy, sumur bor dapat dibuat dengan kedalaman sekitar 30 hingga 50 meter. Prabowo pun kembali menekankan agar tindakan dilakukan segera ketika hotspot terdeteksi. “Ya langsung ke situ langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot bikin bor air di situ. Jangan tunggu titik api,” ujarnya.
Sebelumnya, Edy melaporkan luas lahan terbakar di Riau sejak Januari hingga Agustus 2026 mencapai 16.277,50 hektare. Dari total tersebut, sebanyak 521 titik telah menjadi titik api.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·