Prabowo Kaget saat Tahu Ada Ibu-ibu Penerima Kredit Super Mikro Bayar Bunga 24%

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Presiden Prabowo memberikan paparan dalam aktivitas pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prabowo Subianto mengaku kaget saat mengetahui kembang kredit nan di Indonesia tetap tinggi. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan semangat ekonomi kerakyatan nan diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 belum sepenuhnya tercermin dalam praktik di lapangan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Lampung, Rabu (10/6). Dalam kesempatan itu, dia menyinggung Pasal 33 UUD 1945 nan mengatur bahwa perekonomian nasional kudu disusun sebagai upaya berbareng berasas asas kekeluargaan.

Namun, menurut Prabowo, prinsip tersebut kerap hanya menjadi semboyan tanpa diwujudkan secara nyata dalam kebijakan ekonomi. Ia menilai pembangunan ekonomi selama ini lebih banyak menguntungkan golongan upaya besar.

Prabowo kemudian menceritakan pengalamannya saat berkampanye dan berjumpa dengan sejumlah pengguna program angsuran super mikro PNM Mekaar.

"Saya kaget, saya memang betul disebut bukan mahir keuangan, tapi saya kaget, waktu saya kampanye saya berasosiasi sama ibu-ibu nan ikut angsuran super mikro, Mekaar ya, angsuran super mikro, mereka bayar kembang itu 24 persen," ujar Prabowo.

Temuan tersebut membikin Prabowo mempertanyakan struktur pembiayaan nan bertindak saat ini. Sebab, di saat pelaku upaya mikro kudu bayar kembang hingga puluhan persen, perusahaan besar justru dapat memperoleh pinjaman dengan kembang nan jauh lebih rendah.

Prabowo menilai banyak pengusaha besar memperoleh pembiayaan dari bank-bank personil Himbara dengan kembang nan hanya berada di kisaran 9-10 persen.

Kondisi tersebut dinilai menciptakan ketimpangan dalam akses permodalan. Padahal, golongan upaya mini dan mikro merupakan sektor nan paling memerlukan support pembiayaan untuk mengembangkan usahanya.

"Saudara pengusaha, pengusaha-pengusaha besar pinjam duit dari bank Himbara, bank milik pemerintah bunganya 9-10 persen. Gimana ini, orang miskin bayar kembang lebih tinggi daripada perusahaan besar? Jadi kejanggalan ini nan sedang saya coba luruskan," tegas Prabowo.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan