Presiden Prabowo Subianto (kiri).(Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.)
PRESIDEN Prabowo Subianto menepis narasi pesimisme terhadap kondisi nasional di tengah ketidakpastian global. Dalam taklimat pada Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4), dia menegaskan Indonesia justru berada dalam posisi nan relatif menguntungkan.
"Bagi saya Indonesia gelap itu tidak ada, Indonesia cerah. Di saat banyak negara susah," ujarnya.
Menurut Prabowo, kondisi geopolitik bumi nan memanas, termasuk potensi bentrok berskala besar, justru menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara nan dianggap aman. Ia menilai posisi ini menjadi daya tarik tersendiri di mata internasional.
"Anda tahu, jika terjadi perang bumi ke III, negara mana nan aman? Indonesia termasuk papan atas," kata dia.
Ia mencontohkan kejadian meningkatnya kehadiran penduduk negara asing di sejumlah destinasi dalam negeri sebagai indikasi kepercayaan tersebut. Bali disebut menjadi salah satu magnet, apalagi bagi penduduk dari negara nan tengah berkonflik.
"Sekarang kau ke Bali, kau lihat tuh, berapa orang Rusia di situ, berapa orang Ukraina di situ, rencana kita, kita mau bikin special financial center. Kita lagi cari tempat. Kalau pak Luhut sarankannya di Bali. gak tau pak Luhut senang banget Bali. tapi kita semua senang Bali," tutur Prabowo.
Gagasan pembentukan pusat finansial unik itu, menurut Prabowo, sebenarnya telah lama dibicarakan. Namun, situasi dunia saat ini membikin kesempatan tersebut semakin relevan, terutama dengan pergerakan biaya dari area nan tidak stabil.
"Tapi pendapat ini nan dibicarakan Pak Luhut bertahun-tahun ini, rupanya sekarang uang-uang nan di Timur Tengah, dia mau kemana. Negara mana nan tidak perang sekarang? Kasih tahu. Indonesia salah satu nan paling diminati," ungkapnya.
Meski optimistis, Prabowo mengingatkan bahwa besarnya potensi tersebut kudu diimbangi dengan kesiapan dan kerja nan lebih serius. Ia menekankan pentingnya ketelitian dan disiplin dalam mengelola kesempatan nan ada.
"Jadi, intinya adalah kita sangat banyak potensi. tapi ini juga nan saya katakan membikin kita sekarang hrus lebih keras, bekerja lebih teliti," pungkasnya. (Mir/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·