Prabowo: Gue Nongol di Washington, Gue Nggak Nongol di Moskow? Nggak Bisa

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia mempunyai hubungan baik dengan negara-negara besar. Prabowo memberi penjelasan kenapa dirinya kudu menghadiri undangan dari pemimpin negara tersebut.

Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut dalam pidato pembukaan Munas HIPMI di Lampung, Rabu (10/6/2026). Prabowo memulai pernyataannya dengan menjabarkan kondisi Indonesia nan disebutnya disukai banyak negara.

"Saudara-saudara, kadang-kadang kita sebagai negara nan disukai oleh banyak negara, Indonesia sekarang disukai, Indonesia dicari lantaran Indonesia dikenal tidak mau punya musuh," kata Prabowo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo kemudian melempar pertanyaan kepada para hadirin Munas HIPMI. Prabowo menyebut ada nan 'sok pinter' dari orang lain.

Pertanyaan Prabowo adalah apakah dirinya sebagai pemimpin nan diberi mandat rakyat Indonesia kudu menolak undangan dari kepala negara adidaya.

"Sekarang saya tanya kepada Saudara, saya tanya kepada Saudara, lantaran ada, ada nan sok lebih pinter dari segala-galanya," kata Prabowo.

"Bayangkan, saya sebagai presiden Indonesia, saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia, sekarang jika ada negara super power, katakanlah Presiden Trump, mengundang saya ke Amerika, berani saya nggak dateng? Kalau presiden Amerika Serikat ngundang presiden Indonesia dan presiden Indonesia ini nggak hadir, ha... coba aja," imbuh dia.

Ketua Umum Gerindra ini pun memberi penjelasan kenapa setelah berjamu ke suatu negara dirinya kudu mampir ke negara lain juga. Prabowo memberi afinitas soal kehadiran di Washington dan Moskow, Rusia.

"Jadi, Saudara-saudara, sudah presiden Amerika undang, presiden Rusia undang juga. Gue nongol di Washington gue nggak nongol di Moskow? Nggak bisa, Saudara-saudara. Habis itu diundang lagi oleh Presiden Xi Jinping, ya gue hadir. Boleh nggak? Diundang lagi oleh India. India 1,4 miliar orang, pasarnya besar, teknologinya hebat. Jadi... Brazil, sama," beber Prabowo.

Prabowo menyebut perihal ini sebagai akibat negara nan mempunyai banyak sahabat. "Jadi Saudara-saudara, inilah akibat nan negara sahabatnya banyak. Kita Indonesia ini negara terbesar di Asia," tutur Prabowo.

Saksikan Live DetikSore:

(gbr/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News