Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memperkuat ketahanan dan kemandirian negara dalam sesi terbatas bertema “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9).
Sesi tersebut diikuti para pemimpin negara personil BRICS untuk membahas penguatan tata kelola dunia nan inklusif serta kerja sama multilateral.
Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi Perdana Menteri India Narendra Modi selaku tuan rumah sekaligus Ketua BRICS tahun ini. Prabowo juga menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan Modi dalam memimpin BRICS.
“Izinkan saya terlebih dulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa nan diberikan kepada delegasi kami. Saya juga mau memberikan apresiasi atas kepemimpinan dahsyat nan ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS," ujar Prabowo.
Prabowo menyebut, keikutsertaan Indonesia dalam BRICS merupakan sebuah kehormatan. Indonesia merupakan personil baru organisasi tersebut.
Presiden juga menyampaikan terima kasih kepada para pendiri BRICS nan telah menerima Indonesia dalam waktu sigap untuk menjadi bagian dari organisasi nan disebutnya mewakili sebagian besar populasi dunia.
“Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk datang di sini dan berasosiasi dengan Anda semua dalam KTT ini. Kami adalah personil baru BRICS, dan kami mau menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS nan telah menerima kami dengan sangat sigap sebagai personil organisasi baru nan dahsyat ini, nan mewakili separuh dari populasi manusia,” kata Prabowo.
Prabowo: Negara Harus Tangguh dan Mandiri
Prabowo kemudian menekankan bahwa kebersamaan di antara negara-negara BRICS bakal memperkuat posisi dan ketahanan masing-masing negara.
Menurut Prabowo, kekuatan suatu negara berasal dari keahlian memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, energi, pendidikan, hingga kesempatan meningkatkan kesejahteraan.
“Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermulai dari dalam negeri berbareng rakyat kita—lewat keahlian kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan daya nan mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera. Begitulah langkah kita membangun bangsa nan handal dan betul-betul mandiri," tuturnya.
Prabowo menegaskan, ketahanan tersebut krusial agar negara mempunyai keahlian menentukan arah kebijakannya secara mandiri.
Indonesia, kata Prabowo, tidak menginginkan ketergantungan maupun tekanan dari kekuatan tertentu. Karena itu, penguatan fondasi nasional menjadi bagian krusial dalam menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan.
“Kami tidak suka didikte oleh satu alias dua kekuatan tertentu. Kita kudu handal dan kemudian kita bakal betul-betul mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” ujar Prabowo.
Dorong Kerja Sama Ketahanan Energi
Dengan fondasi nan kuat, Prabowo meyakini BRICS dapat memperluas dan memperkuat kerja sama di beragam bagian nan berpengaruh terhadap ketahanan negara-negara anggotanya.
Salah satu bagian nan dinilai strategis adalah energi, khususnya melalui penguatan konektivitas sistem daya dan ketahanan daya antarwilayah.
“Energi adalah salah satu contoh nan jelas. Kita menghubungkan sistem daya kita dan memperkuat keamanan daya di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan nan berkelanjutan,” kata Presiden Prabowo.
Melalui BRICS, Indonesia mendorong kerja sama konkret untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan ekonomi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketahanan negara-negara personil sekaligus menghadirkan kemandirian dan kesejahteraan bagi rakyat.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·