Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto bicara soal Kabinet Merah Putih nan dipimpin olehnya sering disebut sebagai kabinet nan gemuk. Menurutnya, kabinet tersebut mempunyai support politik nan besar.
Dia menyebut ada koalisi nan terdiri dari tujuh partai politik nan mempunyai bangku di parlemen dalam kabinetnya. Dia merasa heran kabinetnya disebut tidak efisien.
"Pemerintah koalisi nan saya pimpin, termasuk besar. Tujuh partai dari delapan partai di parlemen. Dan kabinet nan saya susun pernah dikatakan kabinet gemuk, tidak efisien," ungkap Prabowo dalam sambutannya di Penutupan Muktamar ke-35 NU, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dirinya pun membandingkan komposisi kabinetnya dengan Timor Leste. Menurutnya, negara tersebut mempunyai luas wilayah nan setara dengan satu kabupaten di Indonesia tetapi mempunyai jumlah kabinet hingga 28 lembaga sedangkan Indonesia nan jauh lebih besar teritori dan jumlah penduduknya ada 49 lembaga dalam kabinetnya.
"Mungkin Kabupaten Bogor jauh lebih besar dari Timor Leste. Banyuwangi berapa jumlah masyarakat Banyuwangi? Mereka hanya 1,1 juta, kabinetnya 28. Kabinetnya Timor Leste 28," jelas Prabowo.
Prabowo menambahkan, Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah masyarakat nyaris mencapai 300 juta jiwa memang memerlukan pemerintahan nan stabil. Maka wajar saja menurutnya kabinet menjadi banyak sekali jabatannya.
"Berkoalisi itu untuk memimpin dan memerintah dan mengurus negara nan sejenak lagi 300 juta orang. Negara keempat terbesar di dunia. Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai. Kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya. Banyak negara lain mungkin belasan partai, puluhan partai," pungkas Prabowo.
(ahi/hal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·