Prabowo Bawa 3 Pesan di KTT BRICS 2026, Singgung Ketahanan Energi dan Pangan

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Prabowo Bawa 3 Pesan di KTT BRICS 2026, Singgung Ketahanan Energi dan Pangan

Prabowo Bawa 3 Pesan di KTT BRICS 2026, Singgung Ketahanan Energi dan Pangan (Foto: Setkab)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di New Delhi, Republik India, pada 12-13 September 2026. Tiga pesan tersebut ialah kemandirian dan ketahanan nasional, persatuan negara-negara Global South, serta penguatan kerja sama BRICS dan tata kelola dunia nan lebih adil.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa ketiga pesan tersebut ditekankan Prabowo saat menghadiri sesi terbatas berjudul “Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism”. 

Indonesia datang dengan visi untuk memperkuat tata kelola dunia nan inklusif sekaligus menyatukan bunyi negara-negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan dan masa depannya.

Pesan pertama, Prabowo menitikberatkan pada pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional. Bagi Presiden, keahlian suatu negara untuk berdiri kuat di tengah dinamika dunia kudu dimulai dari kemampuannya memenuhi kebutuhan mendasar masyarakatnya.

“Kekuatan sebuah negara bermulai dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya—pangan, energi, dan pendidikan. Dengan fondasi nan kuat, Indonesia tidak bakal berjuntai alias mudah didikte oleh kekuatan tertentu,” ujar Seskab dalam keterangan tertulisnya.

Fondasi tersebut menjadi krusial bagi Indonesia untuk menentukan arah pembangunan dan kepentingan nasionalnya secara mandiri. Ketahanan pangan, energi, dan pendidikan tidak hanya berangkaian dengan kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi modal bagi Indonesia untuk berdiri sejajar dan memainkan peran nan semakin aktif di tingkat global.

Pesan kedua nan dibawa Prabowo adalah pentingnya memperkuat persatuan negara-negara Global South. Kepala Negara mengangkat pepatah Indonesia sebagai pengingat bahwa kebersamaan merupakan kekuatan dalam menghadapi beragam tantangan dunia.

“Mengutip pepatah ‘Bersatu kita teguh, terpecah kita runtuh’, Presiden mengingatkan kembali pentingnya spirit Konferensi Asia-Afrika. Negara-negara Global South sekarang berdiri setara untuk memperjuangkan kepentingan dan masa depannya sendiri,” ungkap Seskab.

Semangat Konferensi Asia-Afrika tersebut kembali mendapatkan relevansinya ketika negara-negara berkembang sekarang mempunyai posisi nan semakin krusial dalam perekonomian maupun geopolitik dunia. Persatuan menjadi modal untuk memastikan aspirasi dan kepentingan Global South mendapatkan tempat nan setara dalam menentukan arah tatanan global.

Pesan ketiga Presiden Prabowo menyoroti besarnya kekuatan BRICS nan mewakili separuh populasi dunia. Menurut Presiden, potensi tersebut kudu diterjemahkan menjadi kerjasama konkret nan bisa memberikan faedah langsung, khususnya dalam membuka kesempatan pembangunan nan semakin luas bagi negara-negara berkembang.

“BRICS mewakili separuh populasi dunia. Kekuatan ini kudu diubah menjadi kerja sama nan nyata: memperkuat ketahanan pangan dan energi, menghubungkan pasar, modal, teknologi, sumber daya, dan pengetahuan, serta membuka kesempatan pembangunan nan lebih besar bagi negara-negara berkembang,” tutur Seskab.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com