Prabowo Ancam Mitra MBG Nakal: Kalau Merasa Lebih Pintar, Ya Coba

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto memperingatkan mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjalankan tugasnya dengan benar.

Ancaman ini disampaikan Prabowo usai sejumlah ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindaya Cs ditangkap Kejagung. Ia mewanti-wanti para 'mitra bandel' nan berani bermain-main dengan biaya nan diperuntukkan bagi masyarakat.

"Kalau kerabat merasa kerabat bisa lebih pinter dari NKRI, ya coba aja," kata Prabowo di aktivitas Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kab. Bogor, Rabu (3/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengingatkan mereka agar kembali ke jalan nan benar. Ia mengingatkan bahwa MBG merupakan program krusial nan membawa akibat positif besar terhadap masyarakat.

Prabowo pun mengaku dia takkan segan menindak jika ada mitra nan bandel. Ia menyatakan siap memperkuat upaya abdi negara penegak norma dalam mengusut jika ada kasus.

"BPKP, KPK semua, penegak norma kudu kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan.Saya tidak mau bahwa pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati," ucap dia.

Sebelumnya, eks tiga ketua BGN sebagai tersangka oleh Kejagung.

Ketiganya meliputi Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya. Mereka ditetapkan sebagai tersangka korupsi penyimpangan tata kelola MBG pada 2025-2026.

"Bahwa setelah melalui serangkaian pemeriksaan kerabat DH, SS, dan LP berasas 2 perangkat bukti nan cukup, interogator menetapkan DH, SS, dan LP sebagai tersangka," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi.

Ia menyebut penetapan tersangka tiga mantan ketua BGN mengenai dugaan korupsi mark up proyek pengadaan sejumlah peralatan antara lain motor listrik, sepatu, dan tablet.

"Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sekitar Rp1 triliun, pengadaan 32 ribu pasang sepatu nan tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, pengadaan tablet sebanyak 31 ribu sekian nan tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up, dan pengadaan tv 75 inchi sebanyak 5.400 unit nan tidak sesuai ketentuan dan adanya mark up," ucapnya.

(mnf/dal)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional