Prabowo Ajak Jujur soal Pertumbuhan Ekonomi RI: Apakah Sudah Merata dan Adil?

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto membujuk seluruh pihak di pemerintahan untuk merefleksikan kondisi Indonesia di momen Hari Lahir Pancasila 2026. Dia mengatakan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan beberapa dasawarsa terakhir, namun dampaknya belum merata dan setara bagi seluruh rakyat.

Prabowo menilai kondisi akibat pertumbuhan ekonomi nan belum merata dan setara untuk masyarakat sebagai kelemahan. Dia acapkali menyinggung soal kejujuran.

"Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri, kita kudu mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan nan kita hadapi. Selama beberapa dasawarsa terakhir, Indonesia ekonominya memang tumbuh. Tapi apakah pertumbuhan itu sudah merata?" kata Prabowo dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Jakarta Pusat (Jakpus), Senin (1/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil? Marilah kita jujur memandang realita nan kita hadapi sekarang," sambung dia.

Prabowo lampau memaparkan kekayaan-kekayaan sumber daya alam nan ada di Nusantara, nan dibutuhkan bumi modern. Mulai mineral hingga pertanian.

"Kita mempunyai sumber daya alam nan luar biasa, kita sudah mengerti kekayaan kita luar biasa. Kita salah satu produsen terbesar komoditas-komoditas krusial nan dibutuhkan bumi modern, nan dibutuhkan oleh teknologi tinggi," ucap Prabowo.

"Kita salah satu produsen terbesar mineral-mineral penting: tembaga, timah, emas, logam tanah jarang. Kita produsen kelapa sawit, batu bara, nikel. Komoditas-komioditas pertanian lainnya nan sangat penting," tambah dia.

Kini, lanjut Presiden Prabowo, Indonesia telah mengalami swasembada pangan ketika tetap banyak negara lain nan kesulitan mengenai pangan.

"Dan sekarang kita sudah swasembada pangan, di mana banyak negara menghadapi kesulitan, kita sudah lebih siap," ujar dia.

Kendati demikian, Presiden kembali membujuk jajarannya merefleksikan diri bahwa seluruh nilai ekonomis kekayaan alam Indonesia belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat. "Namun kita kudu mengakui bahwa terlalu lama kekayaan kita tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat," pungkas dia

Lihat juga Video: Airlangga Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,5% di Kuartal I

(aud/idh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News