Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Kejawanan di Kota Cirebon.(MI/NURUL HIDAYAH)
PELABUHAN Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan di Kota Cirebon bakal menjadi pelabuhan perikanan nan lebih modern, bersih, terintegrasi, dan mempunyai daya saing hingga pasar internasional.
Peletakan batu pertama pengembangan PPN Kejawanan melalui proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Markets (IFP-IFM) Phase-I dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono di area PPN Kejawanan.
“Pembenahan pelabuhan menjadi bagian krusial dari reformasi sektor perikanan,” tutur Trenggono.
Menurutnya, kondisi pelabuhan bakal berpengaruh langsung terhadap kualitas hasil perikanan, produktivitas, hingga keahlian produk Indonesia menembus pasar nan lebih luas.
Pengembangan PPN Kejawanan, lanjut dia, merupakan bagian dari langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pembenahan pelabuhan perikanan di beragam daerah. Kejawanan nantinya tidak hanya berfaedah sebagai tempat aktivitas kapal dan pendaratan ikan, tetapi juga dipersiapkan sebagai area perikanan nan bisa mendukung rantai upaya dari hulu hingga hilir.
“Yang kita lakukan di Kejawanan ini merupakan bagian dari pembenahan mendasar pelabuhan perikanan. Kita mau Pelabuhan menjadi lebih modern, tertata, dan memberikan pelayanan nan lebih baik," tambah Trenggono.
Peningkatan kualitas prasarana pelabuhan juga berangkaian dengan mutu hasil tangkapan dan sistem ketertelusuran produk. Dengan akomodasi nan lebih baik, produk perikanan diharapkan dapat mempunyai kualitas nan semakin terjaga sekaligus memenuhi kebutuhan pasar, termasuk pasar internasional.
SESUAI KARAKTER CIREBON
Menteri juga menyampaikan bahwa pembangunan PPN Kejawanan tidak hanya diarahkan pada kepentingan aktivitas perikanan. Pengembangan area bakal disesuaikan dengan karakter wilayah Cirebon sehingga keberadaan pelabuhan dapat melangkah berdampingan dengan sektor lain, termasuk pariwisata.
"Kita mau membangun pelabuhan perikanan nan modern, bersih, tidak menimbulkan persoalan lingkungan, sekaligus dapat menyatu dengan sektor wisata dan karakter daerah. Karena itu, Kejawanan nantinya diharapkan mempunyai identitas nan sesuai dengan potensi Kota Cirebon," tandasnya.
Pengembangan PPN Kejawanan ditargetkan selesai pada 2028. Proyek tersebut merupakan bagian dari IFP-IFM Phase-I nan mendapatkan pembiayaan melalui pinjaman luar negeri dari Islamic Development Bank (IsDB).
KKP sebelumnya menyebut proyek IFP-IFM Phase-I memang diarahkan untuk mengembangkan pelabuhan perikanan dengan standar internasional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor kelautan dan perikanan bagi masyarakat sekitar.
TUNTAS 24 BULAN
Berdasarkan laporan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif, penyelenggaraan pembangunan dikerjakan oleh PT Nindya Karya dan PT Sumber Teknik Konstruksi dengan masa penyelenggaraan selama 730 hari almanak alias 24 bulan, mulai 3 Agustus 2026 hingga 2 Agustus 2028.
Pembangunan mencakup beragam prasarana di sisi laut maupun darat. Pada bagian laut, pekerjaan meliputi pembangunan breakwater, revetment, groin, reklamasi, kolam pelabuhan, serta dermaga untuk melayani kapal berukuran besar dan kecil.
Sementara di area darat, pengembangan bakal dilengkapi sejumlah akomodasi penunjang, mulai dari instansi manajemen dan syahbandar, gedung Balai Besar Perikanan Penangkapan Ikan (BBPI), tempat pelelangan ikan (TPI), gerai UMKM, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Setelah pengembangan selesai, kapabilitas pelayanan kapal di PPN Kejawanan ditargetkan meningkat dari 241 kapal menjadi 500 kapal. Produksi ikan juga diproyeksikan meningkat cukup signifikan, dari sekitar 5.600 ton menjadi 32.000 ton per tahun.
Peningkatan aktivitas tersebut turut diharapkan membuka lebih banyak kesempatan kerja. Jumlah tenaga kerja nan terlibat diproyeksikan bertambah dari sekitar 2.900 orang menjadi 8.000 orang.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·