Tim SAR campuran mencari lima wartawan nan lenyap kontak saat meliput Anak Krakatau.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten berbareng Basarnas dan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten melakukan pencarian terhadap lima wartawan nan dilaporkan lenyap kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, Rabu (9/9/2026). (Dok. Basarnas)
Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha mengatakan, pihaknya mengerahkan personel menggunakan Kapal KN SAR 247 Tetuka dalam operasi SAR gabungan. Tim melakukan penyisiran di sejumlah titik nan diperkirakan menjadi jalur rombongan dengan merujuk pada letak terakhir komunikasi, serta mempertimbangkan kondisi arus, gelombang, dan cuaca di perairan Selat Sunda. (Dok. Basarnas)
Yogie mengatakan, koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk mengoptimalkan pencarian, termasuk dengan Stasiun Radio Pantai (SROP), dalam perihal ini VTS Merak. Area penyisiran dapat disesuaikan berasas perkembangan dan hasil pertimbangan tim di lapangan. "Kami berbareng seluruh unsur SAR campuran terus mengoptimalkan pencarian. Harapan kami, kelima rekan wartawan beserta rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat," ujar Yogie. (Dok. Basarnas)
Lima wartawan tersebut dilaporkan bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, menuju Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan. Perjalanan diperkirakan menyantap waktu sekitar dua jam. (Dok. Basarnas)
Pada pukul 14.42 WIB, rombongan dilaporkan kehilangan kontak saat berada di antara area Carita dan Gunung Anak Krakatau. Berdasarkan info posisi nan diterima, pada pukul 18.13 WIB, rombongan diketahui berada di sekitar area Gunung Anak Krakatau. (Dok. Basarnas)
Hingga Rabu (9/9/2026), tim SAR campuran tetap melakukan pencarian dan penyisiran untuk memastikan keberadaan seluruh rombongan. KSOP Kelas I Banten juga menekankan pentingnya keselamatan personel nan terlibat dalam operasi mengingat pencarian dilakukan di wilayah perairan Selat Sunda. (Dok. Basarnas)
"Keselamatan personel nan melakukan pencarian juga menjadi perhatian. Koordinasi bakal terus dilakukan dan area penyisiran bakal disesuaikan dengan perkembangan serta hasil pertimbangan tim di lapangan," pungkas Yogie. (Dok. Basarnas)
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·