Tim penyelamat berkompetisi menembus masa kritis 72 jam pertama demi menemukan korban selamat pasca gempa bumi magnitudo 7,4.
Tim penyelamat berkompetisi menembus masa kritis 72 jam pertama demi menemukan korban selamat pasca gempa bumi magnitudo 7,4 nan menewaskan 265 jiwa di Kolombia barat, Sabtu (15/8/2026). (REUTERS/Sergio Acero)
Bencana luar biasa ini melumpuhkan area pemukiman, membendung jaringan komunikasi, serta memaksa puluhan ribu penduduk mengungsi. (REUTERS/Raquel Cunha)
Upaya pencarian korban selamat gempa bumi Kolombia bawah reruntuhan terus berjalan intensif melintasi malam ketiga sejak guncangan pertama melanda. (REUTERS/Raquel Cunha)
Masa rentang waktu tiga hari ini dipandang sebagai jendela keberlangsungan hidup paling krusial oleh lembaga kemanusiaan. (REUTERS/Raquel Cunha)
Harapan mempertahankan nyawa para korban nan terperangkap sangat berjuntai pada kesiapan air dan makanan di celah reruntuhan. Kendati kesempatan kian menipis, sinyal kehidupan tetap terdeteksi oleh peralatan pemindai tim evakuasi. (REUTERS/Raquel Cunha)
Data resmi pemerintah mengonfirmasi lonjakan jumlah korban jiwa nan meluas di beragam kota terdampak. Selain korban meninggal, ribuan penduduk lainnya mengalami luka-luka dan hilang. (REUTERS/Raquel Cunha)
Keterangan resmi mencatat sekitar 3.500 orang luka-luka dan nyaris 500 penduduk belum diketahui keberadaannya. Namun, situs pemantauan berdikari berbasis penduduk mencatat nomor pengungsi dan korban lenyap jauh lebih tinggi mencapai 4.100 orang. (REUTERS/Sergio Acero)
39 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·