Aktivitas di Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), mulai terdampak memanasnya bentrok antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran nan memicu gangguan lampau lintas maritim di Selat Hormuz. (REUTERS/Amr Alfiky)
Dilansir Reuters, Jumat (8/5/2026), foto nan diambil pada 6 Mei 2026 memperlihatkan gimana seorang pria berkendara di area pelabuhan Fujairah di tengah meningkatnya kembali ketegangan geopolitik area Teluk. Pelabuhan tersebut sekarang menjadi salah satu jalur vital perdagangan dan ekspor daya setelah sejumlah pengiriman melalui Selat Hormuz mengalami pembatasan akibat konflik. (REUTERS/Amr Alfiky)
Fujairah mempunyai posisi strategis lantaran berada di luar Selat Hormuz dan menjadi pengganti utama pengedaran minyak UEA ke pasar global. Sejak bentrok memanas, arus ekspor minyak melalui pelabuhan itu dilaporkan meningkat tajam di tengah terganggunya aktivitas pelayaran di Teluk Persia. (REUTERS/Amr Alfiky)
Puluhan truk logistik tampak mengantre di sekitar Pelabuhan Fujairah, UEA, sementara kapal-kapal kargo berlabuh di lepas pantai di tengah terganggunya jalur pelayaran Selat Hormuz akibat bentrok Iran dengan AS dan Israel. (REUTERS/Amr Alfiky)
Pelabuhan Fujairah dan Khor Fakkan sekarang menjadi urat nadi perdagangan maritim UEA setelah sejumlah terminal utama di area Teluk praktis lumpuh akibat meningkatnya ancaman keamanan. Kapal-kapal milik perusahaan pelayaran dunia seperti Cosco hingga Gardenia terlihat menunggu giliran bongkar muat, sementara kapal jasa terus bergerak di antara armada nan berlabuh. (REUTERS/Amr Alfiky)
Sejak perang dengan Iran pecah, ekspor minyak mentah melalui Fujairah melonjak 38% dan mendekati kapabilitas maksimum pipa minyak Abu Dhabi nan terhubung langsung ke Teluk Oman. Jalur ini menjadi pengganti krusial untuk menjaga ekspor minyak UEA tetap melangkah tanpa melewati Selat Hormuz. (REUTERS/Amr Alfiky)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·