Potret Ricuh Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan Tuntut Presiden Mundur

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Aksi tersebut menjadi lanjutan dari aktivitas antikorupsi nan meledak setelah tragedi runtuhnya kanopi stasiun kereta di Novi Sad pada November 2024 nan menewaskan 16 orang. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Aksi massa kali ini memperlihatkan bahwa kemarahan publik terhadap pemerintah Presiden Serbia, Aleksandar Vučić, belum mereda meski protes telah berjalan selama lebih dari satu tahun. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Demonstrasi nan awalnya menuntut investigasi transparan atas tragedi stasiun sekarang berkembang menjadi tekanan politik besar untuk menggulingkan pemerintahan nasionalis nan berkuasa. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Dengan meneriakkan semboyan unik aktivitas mahasiswa, "Mahasiswa sedang menang", ribuan demonstran bergerak menuju Slavija Square di pusat Beograd. Suara drum dan peluit menggema di jalan-jalan utama kota, sementara spanduk besar, kaus, lencana, hingga stiker nan dibawa massa dipenuhi semboyan perlawanan tersebut. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Namun situasi memanas ketika demonstrasi mulai bercempera pada Sabtu malam. Bentrokan pecah antara abdi negara kepolisian dan sejumlah demonstran bertopeng. Mereka melempar batu, botol, dan petasan ke arah polisi, sementara abdi negara membalas dengan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Gelombang demonstrasi besar kembali mengguncang ibu kota Serbia pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat, ketika puluhan ribu penduduk memadati pusat Kota Beograd untuk menuntut pemilu dipercepat. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Sejumlah orang ditangkap di lokasi. Kendaraan pasukan gendarmerie juga tampak dikerahkan untuk menghalau massa agar tidak mendekati gedung parlemen dan instansi kepresidenan Serbia. (REUTERS/Djordje Kojadinovic)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News