Potret Keluarga Suriah Mencari Nafkah dari Garam Gurun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Mereka mendirikan tenda dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memproduksi garam.

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik mentari demi bayaran nan tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik mentari demi bayaran nan tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik mentari demi bayaran nan tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Sabkhat al-Muh adalah waduk air asin musiman di Gurun Suriah nan menarik minat para pekerja untuk mengambil garam dari dataran garamnya dan mengangkutnya ke area industri di Palmyra. (REUTERS/Karam al-Masri)

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik mentari demi bayaran nan tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Setiap tahun, mulai dari musim semi hingga datangnya hujan sekitar bulan November, para pekerja beserta family mereka pindah ke area gersang tersebut; mereka mendirikan tenda dan menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memproduksi garam. (REUTERS/Karam al-Masri)

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik mentari demi bayaran nan tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Hassan Abboush, seorang pekerja pemanen garam nan pindah ke gurun tersebut berbareng keluarganya pada bulan Maret, mengatakan bahwa dia tidak mempunyai sumber penghasilan lain untuk menopang kebutuhan keluarganya. (REUTERS/Karam al-Masri)

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik mentari demi bayaran nan tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Para pekerja memperoleh penghasilan antara 12,50 hingga 25 dolar AS alias sekitar Rp221 ribu hingga Rp443 ribu per hari, tergantung pada jumlah garam nan mereka hasilkan, dan pekerjaan ini hanya berkarakter musiman, ujar Abboush. (REUTERS/Karam al-Masri)

Puluhan pekerja memanen garam dari sumur air asin di gurun Sabkhat al-Muh, wilayah Palmyra, Suriah, dengan bekerja di bawah terik mentari demi bayaran nan tergolong kecil. (REUTERS/Karam al-Masri)

Menurut kepala wilayah Palmyra, Saher al-Saghir, area tersebut menghasilkan sekitar 300.000 ton garam setiap tahunnya, dengan lahan seluas kurang lebih 400 hektare nan saat ini dikhususkan untuk produksi garam. (REUTERS/Karam al-Masri)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News