Kanada meresmikan "Jembatan Gordie Howe" menuju AS tanpa pejabat Paman Sam. Ketegangan kedua pemerintah menjadi penyebab.
Sejumlah kendaraan melintasi Jembatan Internasional Gordie Howe nan menghubungkan Windsor, Ontario, Kanada, dengan Detroit, Michigan, Amerika Serikat (AS), pada hari pertama pengoperasiannya, Senin. Pembukaan jembatan tersebut ditandai melalui seremoni sederhana nan digelar pemerintah Kanada tanpa kehadiran pejabat Washington, di tengah hubungan kedua negara nan tetap diliputi ketegangan.(REUTERS/Carlos Osorio)
Peresmian berjalan di tengah memburuknya hubungan kedua negara akibat perselisihan mengenai pembagian pendapatan tol serta ancaman tarif impor 50% dari Presiden AS Donald Trump. (REUTERS/Rebecca Cook)
Mengutip Reuters, Rabu (29/7/2026), pemerintah Kanada membatalkan rencana upacara pemotongan pita lintas perbatasan dan memilih menggelar seremoni unik di sisi Kanada. Jembatan senilai US$4,7 miliar (Rp84,2 triliun) itu dijadwalkan mulai dibuka untuk lampau lintas pada Senin, setelah pembangunannya dimulai pada 2018 sebagai pengganti nan lebih sigap dibandingkan Jembatan Ambassador di atas Sungai Detroit. (REUTERS/Carlos Osorio)
Acara peresmian diwarnai nuansa unik Kanada dengan sajian buah-buahan, kue, serta permainan beruntung anak-anak sebagai penghormatan kepada legenda beruntung Gordie Howe, nan namanya diabadikan menjadi nama jembatan tersebut. Para tamu, termasuk family Howe, diminta mengenakan busana berwarna merah dan putih sebagai simbol kebanggaan nasional serta tidak diizinkan menyeberang ke sisi AS. (REUTERS/Carlos Osorio)
Perdana Menteri (PM) Ontario Doug Ford mengakui hubungan Kanada dan AS sekarang menghadapi tantangan akibat kebijakan tarif Trump. Meski demikian, dia menegaskan jembatan tersebut merupakan bukti bahwa kedua negara bisa bekerja sama. (REUTERS/Carlos Osorio)
Peresmian jembatan nan semestinya menjadi simbol kerja sama dua sekutu lama justru dibayangi negosiasi perdagangan nan memanas. Trump sebelumnya menakut-nakuti bakal mengenakan tarif tambahan terhadap Kanada, nan mengekspor sekitar 70% produknya ke AS. (REUTERS/Carlos Osorio)
Pada Februari lalu, Trump juga sempat menakut-nakuti memblokir proyek tersebut, dengan menyoroti kebijakan provinsi-provinsi Kanada nan membatasi penjualan alkohol AS, tarif produk susu Amerika, serta hubungan jual beli Kanada dengan China. (REUTERS/Rebecca Cook)
Perselisihan terbaru juga muncul mengenai pembagian pendapatan tol jembatan. Trump menyatakan Amerika bakal memperoleh 50% untung berasas kesepakatan baru dan menyebut perjanjian sebelumnya tidak lagi berlaku. (REUTERS/Rebecca Cook)
Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney menegaskan pembagian pendapatan baru bakal dilakukan setelah seluruh utang proyek dilunasi, sesuai dengan interpretasi Kanada terhadap perjanjian nan telah disepakati sebelumnya. (REUTERS/Carlos Osorio)
Sejumlah pengamat menilai ketentuan dalam rancangan perjanjian baru tetap membuka ruang perbedaan tafsir, sehingga masing-masing pihak dapat menyatakan kemenangan tanpa betul-betul menyelesaikan sengketa. (REUTERS/Carlos Osorio)
source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·