
Potensi Biomassa di RI 83,4 Juta Ton, Buka Peluang Kolaborasi Energi Hijau (Foto: PLN EPI)
JAKARTA - Potensi kesiapan bahan baku daya hayati di Indonesia mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun. Sumatera mempunyai potensi terbesar sekitar 42,8 juta ton, diikuti Kalimantan 18,9 juta ton dan Jawa 13,1 juta ton. Potensi tersebut antara lain berasal dari residu kelapa sawit, kayu, sekam padi, tebu, jagung hingga limbah perkotaan.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, PLN EPI memetakan sumber daya berasas kedekatan dengan pembangkit dan mengembangkan standardisasi rantai pasok melalui konsep sub-hub, hub, dan main hub.
Sub-hub menjadi titik pengumpulan bahan baku, sementara hub berfaedah sebagai akomodasi produksi, penyimpanan dan pengendalian kualitas. Main hub mempunyai kegunaan lebih terintegrasi mulai dari produksi, blending, penyimpanan hingga pengendalian kualitas sebelum produk didistribusikan ke pembangkit maupun pengguna lainnya.
PLN EPI membujuk pelaku upaya dan mitra strategis memperkuat kerjasama pengembangan ekosistem daya hijau berbasis biomassa melalui pemanfaatan residu pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga sampah menjadi sumber daya berbobot tambah.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, Indonesia mempunyai sumber daya bahan baku daya hayati nan melimpah dan tersebar dekat dengan beragam titik pembangkit PLN. Kondisi tersebut menjadi modal krusial untuk membangun rantai pasok nan efisien sekaligus menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah.
“Semua sumber biomassa itu ada di dekat titik-titik pembangkit milik PLN. Dekat sekali. Potensi ini kudu kita bangun menjadi sebuah ekosistem agar memberikan nilai tambah, bukan hanya untuk sektor energi, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku upaya di daerah,” ujar Hokkop di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Strategi tersebut sejalan dengan pengembangan akomodasi hub PLN EPI pada sejumlah letak strategis hingga 2027 untuk meningkatkan kuantitas, kualitas, dan keberlanjutan pasokan biomassa, termasuk melalui kerja sama dengan mitra strategis.
Menurut Hokkop, pengembangan rantai pasok biomassa sekaligus membuka ruang nan luas bagi keterlibatan pelaku upaya lokal. Saat ini, PLN EPI telah bekerja-sama dengan nyaris 200 mitra pemasok, dengan sekitar 80 persen di antaranya merupakan UMKM nan terhubung dengan masyarakat dan sumber bahan baku di beragam daerah.
“Jadi ekonomi sirkularnya jalan. 2,5 juta ton itu rata-rata dari kerjasama antara mitra upaya UMKM dengan teman-teman di desa,” kata Hokkop.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·