Jakarta, CNBC Indonesia - Postur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 mengalami perubahan setelah disepakati oleh Badan Anggaran (Banggar) DPR RI berbareng dengan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, terdapat kenaikan pada sisi pendapatan negara maupun shopping negara sekitar Rp 9,1 triliun dibanding rancangan awal dalam nota keuangan.
"Selisih Rp 9,1 triliun," kata Ketua Banggar DPR Said Abdullah saat membacakan kesepakatan postur sementara RAPBN 2027, Senin (7/9/2026)/
Berdasarkan rapat Banggar berbareng Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bappenas, dan Bank Indonesia (BI), hari ini, sasaran pendapatan negara dan hibah tercatat menjadi Rp 3.426 triliun, alias naik Rp 9,1 triliun menjadi Rp 3.435,1 triliun.
Terdiri dari penerimaan perpajakan nan mengalami peningkatan dari Rp 2.908 triliun menjadi Rp 2.912 triliun, alias bertambah Rp 4 triliun.
Secara lebih rinci, penerimaan pajak naik Rp 2 triliun menjadi Rp 2.593,4 triliun, kemudian kepabeanan dan cukai naik Rp 2 triliun menjadi Rp 318,6 triliun.
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga meningkat dari Rp 517,4 triliun menjadi Rp 522,5 triliun, alias naik Rp 5,1 triliun.
Di sisi lain, penerimaan hibah tidak mengalami perubahan alias tetap sebesar Rp 0,7 triliun.
Untuk postur shopping juga mengalami peningkatan. Dalam Nota Keuangan, shopping negara ditargetkan sebesar Rp 4.097, 2 triliun. Kemudian dalam kesepakatan Banggar dinaikkan menjadi Rp 4.106,3 triliun alias naik sekitar Rp 9,1 triliun juga.
Rinciannya, shopping pemerintah pusat naik dari Rp 3.362,2 triliun menjadi Rp 3.371,3 triliun alias bertambah Rp 9,1 triliun. Kenaikan ini berasal dari shopping kementerian/lembaga (K/L) nan disesuaikan dari Rp 1.504,7 triliun menjadi Rp 1.513,8 triliun.
Sementara untuk shopping non K/L dan transfer ke wilayah tidak mengalami perubahan, alias masing-masing sebesar Rp 1.857,5 triliun dan Rp 735 triliun.
Meski postur shopping dan pendapatan mengalami penyesuaian, Banggar dan pemerintah tetap menargetkan defisit dalam RAPBN 2027 sebesar 2,40% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·