Porsche Pangkas 9.000 Karyawan, Kalah Saing dengan Mobil Listrik China

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Produsen mobil mewah asal Jerman, Porsche, berencana memangkas sekitar satu per lima alias 20% karyawannya secara berjenjang hingga 2035 mendatang. Langkah pemangkasan ini dilakukan melalui skema pensiun sukarela dan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Melansir Reuters, Selasa (28/7/2026), pemangkasan ini dilakukan sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran di tengah anjloknya permintaan di pasar China nan sekarang didominasi oleh kendaraan listrik (electric vehicle/EV), serta melambatnya transisi perusahaan dalam menyediakan kendaraan nan lebih ramah lingkungan.

Dalam kesepakatan antara perusahaan dan perwakilan serikat pekerja nan diumumkan Senin (27/7) kemarin, Porsche mengatakan sebanyak 5.000 pekerja bakal pensiun alami dan mengikuti program pengunduran diri sukarela. Sehingga, tidak perlu melakukan PHK secara paksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pemangkasan terbaru ini melengkapi program efisiensi sebelumnya, di mana sebanyak 3.900 tenaga kerja terkena langkah efisiensi nan sudah disepakati sejak Februari 2025 lalu. Kemudian ada juga rencana pemangkasan untuk 500 posisi lainnya seiring penutupan sejumlah anak usaha.

Total, Porsche memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja dari jumlah keseluruhan sekitar 42.600 orang pada akhir tahun 2024, sebagai corak restrukturisasi besar-besaran setelah penjualan mereka di pasar China nan dulunya sangat menguntungkan berhujung ambruk lantaran kalah saing dengan kendaraan listrik.

"Pemangkasan pekerjaan tersebut kurang lebih sesuai dengan penurunan volume penjualan," kata Daniel Schwarz, analis otomotif di bank investasi Metzler.

"Hal ini tidak dapat dihindari untuk mengurangi biaya, lantaran pertumbuhan nan kuat di China tidak diharapkan," katanya.

Porsche bukan satu-satunya produsen mobil Jerman nan melakukan efisiensi. Mercedes-Benz dan BMW juga tengah memangkas biaya operasional di tengah persaingan nan semakin ketat dengan produsen mobil asal China serta akibat tarif impor nan tinggi di sejumlah pasar.

Meski memangkas ribuan pekerjaan, Porsche tetap berkomitmen mempertahankan operasional pabriknya hingga akhir 2035. Perusahaan juga bakal menggelontorkan investasi sebesar 2,1 miliar euro untuk pabrik utama di Stuttgart-Zuffenhausen dan pusat riset serta pengembangan di Weissach.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance