Bahlil Sebut Impor Minyak Rusia Tahap Pertama Rampung

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan pemerintah Indonesia sudah mengimpor minyak dari Rusia. Proses impor tersebut sudah terealisasi untuk tahap pertama.

Impor dilakukan oleh pemerintah dalam kerja sama government to government alias G-to-G. Pihaknya menugaskan Lemigas sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM.

"Teman-teman kan sudah saya jelaskan bahwa tahap pertama sudah terealisasi. Ya, nan melakukan impor itu adalah pemerintah Indonesia. Saya ulangi, nan melakukan impor BBM Rusia itu adalah pemerintah Indonesia, G-to-G, dan kami dari pemerintah menugaskan Lemigas sebagai BLU dari ESDM nan melakukannya," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pemerintah mengimpor minyak dari Rusia dalam menjaga persediaan daya di dalam negeri. Jangan sampai di tengah gonjang-ganjing nilai minyak, Indonesia kehabisan persediaan minyak.

"Jadi, ini bakal terus-menerus lantaran apa? Tujuannya adalah untuk menjaga persediaan kita jangan sampai terjadi kekurangan dan sekaligus memastikan bahwa daya dalam negeri kita bisa tersedia," ujar Bahlil.

RI Impor Minyak Rusia

Sebagai informasi, Indonesia bakal mengimpor minyak dari Rusia sebanyak 150 juta barel. Hal ini didapatkan usai pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

Meski begitu Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan minyak dari Rusia nantinya tidak bakal langsung diolah menjadi bahan bakar minyak (BBM). Ia mengatakan minyak tersebut bakal menjadi persediaan penyangga daya nasional.

"Itu (Impor Minyak Rusia) menjadi persediaan penyangga daya nasional," ujar Yuliot di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2026) lalu.

Ketika ditanya mengenai berita sudah masuknya minyak asal Rusia di Pelabuhan Balikpapan, Yuliot belum bisa memastikan info tersebut. Ia mengatakan bakal lebih dulu mengecek asal dan volume minyak tersebut.

"Untuk itu pengadaan minyak itu kan ada Indonesia blend. Indonesia blend itu kan jadi minyak itu kan melalui supplier nan ada. Jadi, supplier nan ada itu ya kita terima dalam negeri adalah dalam corak blending, Nusantara blending. Jadi, saya rasa itu dari mana asal ini ya, apakah itu ada ya dari Rusia, berapa jumlahnya kami cek dulu ya," terang Yuliot.

(hal/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance