Tarif tol menjadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Minggu (26/7). Selain itu, Samota disiapkan jadi KEK. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:
Tarif Tol di Sejumlah Ruas Bersiap Naik, tapi BUJT Diminta Benahi Syaratnya
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengonfirmasi rencana penyesuaian tarif di beberapa ruas jalan tol. Meskipun penyesuaian tarif merupakan petunjuk peraturan perundang-undangan nan dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan tingkat inflasi, pemberlakuan tarif baru tetap menunggu pemenuhan persyaratan administratif dari Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
Sekretaris BPJT, Ira Ariani Chaerunisa, menegaskan bahwa penyesuaian tarif baru bakal diberlakukan setelah seluruh syarat terpenuhi dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum.
Selain aspek inflasi, pertimbangan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) oleh BUJT juga menjadi pertimbangan krusial. Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum berencana merevisi Peraturan Menteri (Permen) mengenai SPM jalan tol, khususnya Permen PU No 16 Tahun 2014, untuk memasukkan hukuman manajemen nan memadai bagi BUJT nan tidak memenuhi SPM. Hal ini dilakukan menyusul beberapa rumor mengenai kondisi jalan tol nan dinilai belum layak, menunjukkan konsentrasi pemerintah pada peningkatan kualitas jasa seiring dengan penyesuaian tarif.
Samota Disiapkan Jadi KEK, Magnet Investasi Baru di Indonesia Timur
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menargetkan Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru nan bakal menjadi magnet investasi di Indonesia Timur. Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyatakan bahwa Samota ditujukan sebagai instrumen pengoptimalisasi kelebihan area dan mendukung kebijakan investasi nasional pada sektor produktif seperti pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, industri kreatif, agro-maritim, serta penguatan konektivitas dan logistik.
Posisi Provinsi NTB menunjukkan performa investasi nan kuat, dengan realisasi investasi periode 2021 hingga Triwulan II Tahun 2026 mencapai sekitar Rp 216,7 triliun. Sektor pariwisata sendiri berkontribusi signifikan dengan realisasi investasi kumulatif 2023 hingga semester I 2026 mencapai Rp 190 triliun. Kabupaten Sumbawa, khususnya, mempunyai modal kuat berkah lokasinya di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, menjadikannya simpul logistik dan pengedaran regional nan strategis.
Namun, pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir. Todotua menekankan pentingnya kesiapan ekosistem investasi nan komprehensif, mencakup kepastian lahan, prasarana memadai, rencana upaya nan jelas, serta keberadaan penanammodal nan siap merealisasikan investasinya agar area tersebut layak secara ekonomi dan finansial.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·