Populer: Rupiah Anjlok, Purbaya Mau Bantu Stabilisasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Petugas menghitung duit pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata duit asing di Jakarta, Jumat (2/1/2025). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Kian melemahnya nilai tukar rupiah jadi buletin terkenal kumparanBisnis pada Selasa (12/5).

Berita lainnya nan juga ramai dibaca, soal Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal turut mengeluarkan kebijakan untuk menstabilkan rupiah. Berikut rangkumannya.

Rupiah Tembus Level Rp 17.500 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 98 poin (0,56 persen) ke level Rp 17.512 per dolar AS sekitar pukul 10.18 WIB.

Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat ke level 6.946,85. Posisi ini naik signifikan sebesar 0,60 persen dari penutupan perdagangan hari sebelumnya di level 6.905,62.

Data transaksi pagi ini mencatat volume perdagangan mencapai 476,79 juta lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp179,28 miliar. Adapun gelombang transaksi tercatat sebanyak 38,93 ribu kali.

video story embed

Purbaya Bantu BI dengan Masuk ke Obligasi Mulai Besok

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka bunyi soal nilai tukar rupiah nan melemah 103 poin ke level Rp 17.517 per dolar AS pada pukul sekitar 10.18 WIB. Ia mengatakan, persoalan nilai tukar rupiah sebaiknya ditanyakan kepada Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas nan bekerja menjaga stabilitas nilai tukar.

“Kita bakal mulai membantu (BI) besok, mungkin (pemerintah) bakal masuk ke bond market (pasar obligasi),” kata Purbaya saat ditemui usai aktivitas pelantikan di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5).

Purbaya menjelaskan, langkah tersebut dilakukan melalui pemanfaatan bond stabilization fund. Menurutnya, saat penyusunan APBN pemerintah sebenarnya telah menggunakan dugaan nilai tukar nan berada di atas sasaran resmi APBN, sehingga kondisi fiskal dinilai tetap relatif aman.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan