Populer: IHSG Anjlok; Bursa Singapura Salip Pasar Saham Indonesia

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Pengunjung melintas di depan layar nan menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto: Putra M. Akbar/ANTARA FOTO

IHSG ambruk usai BUMN ekspor dibentuk menjadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Kamis (21/5). Selain itu, Bursa Singapura salip Indonesia jadi pasar saham terbesar di Asia Tenggara. Berikut rangkumannya.

IHSG Anjlok Usai BUMN Ekspor Dibentuk

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan usai pemerintah mengumumkan PT Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan upaya tunggal eksportir tiga komoditas strategis.

Pada perdagangan Rabu (20/5), IHSG ditutup ambruk 52,18 poin (-0,82 persen) ke level 6.318,5, dan kembali merosot 174,140 poin alias 2,76 persen menjadi 6.144,359 pada sesi I Kamis (21/5).

Menteri Keuangan Yudhi Sadewa menanggapi kejadian ini dengan menunjuk pada ketidakpastian investor. Purbaya menjelaskan anjloknya IHSG kemungkinan besar lantaran penanammodal belum memahami tujuan di kembali sistem ekspor baru ini.

Ia meyakini bahwa pembentukan PT DSI bermaksud memberantas praktik under invoicing dan transfer pricing nan merugikan, sehingga semestinya dapat melipatgandakan untung emiten nan melakukan ekspor serta meningkatkan valuasi perusahaan di bursa secara signifikan.

Bursa Singapura Jadi Pasar Saham Terbesar di Asia Tenggara

Bursa Singapura sekarang telah menyalip Indonesia, menjadikannya pasar saham terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan info Bloomberg per Kamis (21/5), kapitalisasi pasar Singapura mencapai USD 645 miliar, sementara kapitalisasi pasar Indonesia turun menjadi USD 618 miliar dari puncaknya pada Januari.

Kenaikan pasar saham Singapura didorong oleh stabilitas politik dan ekonomi, serta kebijakan pemerintah nan proaktif. Sebaliknya, sentimen terhadap Indonesia memburuk lantaran kekhawatiran penurunan pengelompokkan pasar saham menjadi frontier market dan revisi outlook ranking kredit.

instagram embed

Head of Equity Research Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura, Carmen Lee, memperkirakan arus biaya bakal terus mengalir ke pasar saham Singapura, didukung oleh kuatnya dolar Singapura. Indeks Straits Times apalagi mencetak rekor tertinggi pada Selasa lampau di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat volatilitas pasar global. Meskipun ekonomi Singapura (USD 660 miliar) lebih mini dari Indonesia (USD 1,5 triliun) menurut IMF, keahlian pasar sahamnya diproyeksikan menjadi nan terbaik di Asia Tenggara pada 2026.

Di sisi lain, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan besar dengan tindakan jual nan menghapus sekitar USD 360 miliar nilai saham sepanjang tahun ini. Investor dunia telah menarik lebih dari USD 4 miliar dari pasar saham negara berkembang Asia Tenggara, dengan Indonesia menyumbang lebih dari separuh.

Keputusan MSCI Inc. menghapus sejumlah saham Indonesia dari indeksnya diperkirakan memicu arus keluar biaya hingga USD 2 miliar. Meskipun pemerintah Indonesia meluncurkan reformasi pasar modal, perhatian penanammodal sekarang tertuju pada hasil pertimbangan MSCI bulan depan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan