Populer: BI Tahan Suku Bunga 5,75%; Bandara Kertajati Jadi Bengkel Pesawat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pekerja melangkah di area Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Keputusan Bank Indonesia menahan suku kembang referensi di level 5,75 persen menjadi salah satu buletin populer kumparanBISNIS sepanjang Rabu (19/8).

Selain itu, rencana pengalihan kegunaan Bandara Kertajati menjadi pangkalan militer dan pusat pemeliharaan pesawat turut menjadi sorotan. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman buletin terkenal tersebut:

BI Tahan Suku Bunga di Level 5,75%

Bank Indonesia (BI) mengambil langkah strategis dengan mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 18-19 Agustus 2026.

Keputusan krusial ini menjadi momentum berhistoris lantaran untuk pertama kalinya prosesi rapat dipimpin oleh Destry Damayanti nan menjabat sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI.

Kebijakan moneter ini mencerminkan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas makroekonomi domestik di tengah ketidakpastian pasar global.

Selain menahan suku kembang acuan, BI juga menetapkan suku kembang deposit facility tetap berada di level 4,75 persen dan suku kembang lending facility di nomor 6,5 persen.

Pengumuman nan disampaikan secara daring pada Rabu (19/8) ini menunjukkan bahwa otoritas moneter tetap menerapkan pendekatan nan terukur untuk memastikan tingkat inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran sekaligus mendukung momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Bandara Kertajati Bakal Dijadikan Bengkel

Calon penumpang melangkah di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Minggu (29/10/2023). Foto: Dedhez Anggara/ANTARA FOTO

Kementerian Pertahanan berencana memperluas kegunaan strategis Bandara Kertajati dengan mentransformasikannya menjadi pusat pemeliharaan alias Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) sekaligus pangkalan udara baru untuk armada TNI AU.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa prasarana ini bakal dioptimalkan untuk menyimpan beragam jenis pesawat militer, mulai dari pikulan logistik hingga jet tempur taktis, seiring dengan proyeksi penambahan jumlah alutsista nasional dalam skala besar di masa mendatang.

Langkah optimasi ini mengedepankan aspek kemandirian industri pertahanan dengan memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan kapabilitas sumber daya manusia dalam negeri.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah mengintegrasikan kerja sama taktis antara PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), termasuk untuk persiapan pemeliharaan berdikari jet tempur Rafale F4 asal Prancis nan sekarang mulai diterima oleh jejeran TNI AU.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan