Populer: Anggaran Jasa EO BGN; 3 Tanker Lewati Selat Hormuz

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Ilustrasi - Selat Hormuz. Foto: artemegorovv/Shutterstock

Anggaran jasa EO Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp 113 Miliar menjadi salah satu buletin terkenal kumparanBISNIS sepanjang Minggu (12/4).

Selain itu, ada pula soal pergerakan tiga tanker jumbo di Selat Hormuz. Berikut rangkumannya.

Kepala BGN Buka Suara soal Anggaran Jasa EO

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memberikan penjelasan mengenai penggunaan anggaran sebesar Rp 113 miliar untuk jasa event organizer (EO). Menurut Dadan, alokasi biaya ini merupakan langkah strategis nan tidak terhindarkan bagi BGN sebagai lembaga baru nan tetap dalam tahap pembangunan sistem dan tata kelola operasional. Keterbatasan sumber daya internal dalam menangani aktivitas berskala besar secara berdikari menjadi justifikasi utama.

Penggunaan EO dinilai krusial untuk memastikan aktivitas berskala nasional, seperti kampanye publik dan sosialisasi rumor gizi, dapat melangkah secara ahli dan tepat waktu. EO mempunyai skill unik dalam manajemen acara, mulai dari perencanaan hingga mitigasi akibat operasional, nan belum sepenuhnya dimiliki BGN. Selain itu, pelibatan pihak ketiga ini juga mendukung tata kelola manajemen dan finansial nan lebih tertib, memusatkan proses pengadaan peralatan dan jasa, serta memudahkan audit dan pengawasan anggaran negara.

Dari perspektif efisiensi, Dadan menambahkan, memanfaatkan jasa EO lebih logis dibandingkan upaya sigap membangun tim internal, nan bakal menyantap waktu dan biaya rekrutmen serta pelatihan. EO berfaedah sebagai solusi jembatan untuk menjaga kualitas dan kecepatan penyelenggaraan program. Meskipun demikian, BGN berkomitmen penuh pada prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran, dengan seluruh pengeluaran dipastikan sesuai ketentuan perundang-undangan dan terbuka untuk diawasi.

instagram embed

3 Tanker Jumbo Melintas di Selat Hormuz

Selat Hormuz kembali menunjukkan peningkatan aktivitas pengiriman minyak dengan melintasnya tiga tanker jumbo, dua milik China dan satu dari Yunani. Pergerakan ini terjadi hanya beberapa hari setelah adanya pengumuman gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, menandakan potensi pemulihan lampau lintas daya di jalur vital tersebut. Sebelumnya, bentrok telah menyebabkan nyaris terhentinya arus pelayaran di Selat Hormuz, nan berakibat signifikan pada pasokan minyak global.

Kembalinya aktivitas di Selat Hormuz mempunyai implikasi krusial bagi pasar daya dunia. Penutupan jalur ini sebelumnya memangkas jutaan barel pasokan, sehingga dengan mulai beroperasinya kembali, tekanan di pasar bentuk diperkirakan bakal berkurang. Ketiga kapal tersebut diperkirakan mempunyai kapabilitas total sekitar 6 juta barel minyak mentah. Sebagai perbandingan, ekspor Iran bulan lampau mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, menunjukkan bahwa volume ini, meskipun signifikan, tetap jauh dari kondisi normal pra-konflik dan baru setara separuh dari volume pengiriman harian rata-rata.

Kapal-kapal ini, termasuk Cospearl Lake dan He Rong Hai dari China, serta Serifos dari Yunani, dilaporkan memuat minyak dari Arab Saudi dan Irak, bukan dari Iran. Mereka terpantau mengambil jalur utara selat, sesuai pengarahan Teheran, nan melintasi perairan Iran. Sinyal dari kapal-kapal ini konsisten dengan pergerakan aktual di lapangan, meskipun info pencarian digital selalu mempunyai potensi manipulasi. Pembukaan kembali rute ini, meski bertahap, merupakan sinyal positif bagi stabilitas rantai pasok minyak global.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan