Liputan6.com, Jakarta - Lembaga Survei Poltracking Indonesia merilis hasil survei terbaru mengenai tingkat keterwakilan masyarakat oleh partai politik (parpol). Hasilnya menunjukkan kebanyakan publik menyatakan tidak merasa terwakili oleh partai politik.
"Ternyata kebanyakan 47,2 persen mengatakan tidak terwakili oleh partai politik," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR dalam konvensi pers daring, Senin (31/08/26).
Hanta menyampaikan dari hasil survei nasional Poltracking Indonesia pada 14-20 Agustus 2026, hanya 29,9 persen publik nan merasa terwakili oleh parpol.
"Orang nan merasa keterwakilan, melalui partai politik mewakilinya, rupanya hanya 29,9 persen, ini adalah suatu perihal nan krusial bagi partai politik kita untuk meningkatkan kegunaan representasinya untuk penyalur aspirasi publik," kata Hanta.
Hanta mengatakan, rendahnya rasa keterwakilan masyarakat menjadi persoalan serius bagi partai politik. Sebab, partai politik semestinya menjadi instrumen utama untuk menyalurkan aspirasi masyarakat melalui jalur umum demokrasi.
"Nah ini ada sumbatan aspirasi publik biasanya ketika tidak tersalurkan di dalam saluran umum parlemen maka kemungkinan dia bergeser membesar pada ranah ekstra-parlementer dan ini biasanya berakibat pada stabilitas alias instabilitas politik," jelasnya.
Selain itu, kata Hanta, kekosongan partai oposisi juga menjadi sorotan masyarakat. Mayoritas menginginkan adanya parpol oposisi dalam pemerintahan.
"Masyarakat kita setuju krusial kudu ada di luar pemerintahan apalagi ada sebanyak 58,5 persen nan menyatakan penting, apalagi sebagian mini nan merasa tidak krusial hanya sekitar 12,8 persen," kata Hanta.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·