Polri Selamatkan Anak Beruang Madu dari Karhutla Kalteng

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Seruyan -

Seekor anak beruang madu yang terpisah dari induknya akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah sukses diselamatkan. Anak beruang madu tersebut ditemukan di sekitar area perkebunan rimba Desa Lampasan, Kabupaten Seruyan.

Anak beruang madu tersebut diselamatkan oleh tim campuran Baharkam Polri, Polda Kalteng, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pada Jumat (23/10/2026). Sebelum dievakuasi, satwa dilindungi itu sempat diamankan seorang penduduk berjulukan Sugiarto agar terhindar dari ancaman kebakaran dan gangguan di sekitarnya.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Tory Kristianto mengatakan, pengamanan bermulai dari laporan masyarakat nan mengetahui keberadaan anak beruang madu tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu menerima info dari masyarakat, tim langsung berkoordinasi dengan BKSDA untuk melakukan penyelamatan. Prioritas kami memastikan satwa ini berada dalam kondisi kondusif dan mendapatkan penanganan nan tepat," ujar Tory, dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).

Tim campuran kemudian melakukan pemindahan sekaligus pemeriksaan kesehatan untuk memastikan tidak ada luka bentuk maupun gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap. Beruntung, anak beruang madu tersebut sukses diselamatkan dalam kondisi hidup dan tanpa cedera serius.

Polri dan tim campuran menyelamatkan anak beruang madu dari karhutla di Kabupaten Seruyan, Kalteng, Jumat (23/10/2026).Polri dan tim campuran menyelamatkan anak beruang madu dari karhutla di Kabupaten Seruyan, Kalteng, Jumat (23/10/2026). Foto: dok. Istimewa

Diberi Nama Meli

Brigjen Tory memberikan nama anak beruang madu tersebut: Meli, nan merupakan singkatan dari "Menyelamatkan nan Liar". Nama itu menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar nan kehidupannya semakin terancam ketika kebakaran melanda area hutan.

"Meli mengingatkan kita bahwa di kembali kebakaran hutan, ada kehidupan lain nan juga kudu diselamatkan. Satwa-satwa ini tidak bisa meminta pertolongan, sehingga menjadi tanggung jawab kita berbareng untuk melindunginya," katanya.

Setelah menjalani pemeriksaan awal, Meli dievakuasi menuju akomodasi konservasi BKSDA di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, untuk mendapatkan penanganan dan pemulihan lebih lanjut. Tory mengatakan pengamanan tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas SAR satwa liar nan dilaksanakan Baharkam Polri di Kalimantan Tengah atas pengarahan Kabaharkam Polri Komjen Herry Heryawan.

Sehari sebelumnya, tim Baharkam Polri telah berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan meninjau Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) untuk memandang kondisi orangutan serta kesiapan penanganan satwa nan berisiko terdampak kabut asap. Tim juga mengevaluasi kesiapan personel dan peralatan SAR berbareng jejeran Satbrimob Polda Kalimantan Tengah sebelum melanjutkan pemantauan ke wilayah nan berpotensi terdampak karhutla.

Brigjen Tory menegaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Perlindungan kediaman dan keselamatan satwa liar juga kudu menjadi perhatian bersama. Jenderal bintang satu itu mengapresiasi kepedulian masyarakat, khususnya Sugiarto, nan telah mengamankan Meli sebelum tim penyelamat tiba.

"Peran masyarakat sangat penting. Penyelamatan Meli menjadi contoh gimana kepedulian penduduk dan kesiapan petugas dapat melangkah berbareng untuk melindungi satwa liar," tegasnya.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Tory berambisi kerja sama antara kepolisian, lembaga konservasi, dan masyarakat terus diperkuat untuk menjaga kelestarian rimba beserta kehidupan di dalamnya.

"Apa nan kita selamatkan hari ini adalah bagian dari kekayaan alam nan kudu tetap terjaga untuk generasi mendatang," pungkasnya.

(mea/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑