Polri Geledah Kantor Wika di Jaktim Kasus Pabrik Gula PTPN XI

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri menggeledah instansi Wijaya Karya (Wika) di Jakarta Timur, pada Selasa (9/6).

Kabag Ops Kortas Tipikor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi menyebut penggeledahan dilakukan interogator mengenai kasus korupsi modernisasi pabrik gula Assembagoes Situbondo milik PTPN XI.

"(Penggeledahan) bagian dari upaya investigasi untuk mencari dan mengumpulkan perangkat bukti nan relevan dalam dugaan tindak pidana korupsi Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC) Pabrik Gula (PG) Assembagoes," ujarnya kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan CNNIndonesia.com di letak hingga pukul 13.45 WIB, penggeledahan tetap terus dilakukan interogator dari Polri.

Selain Kantor Wika, interogator juga menggeledah rumah dari Tjahjadi Djajadibrata selaku Direktur Utama PT Multinas Indonesia di Jalan Galaxy Bumi Permai Blok L 5 / 1, Surabaya.

Kemudian, Kantor PT Multinas Tjahja Sejahtera nan bertempat tinggal di Ruko Klampis Megah, D27 Kota Surabaya. Dan terakhir, PT BARATA INDONESIA Jalan Veteran Nomor 241, Gresik.

Ahmad menyebut hasil penggeledahan ini nantinya bakal dianalisis untuk memperkuat pembuktian. Sekaligus dalam rangka tersangka serta percepatan penyelesaian perkara sesuai ketentuan norma nan berlaku.

"Kami memastikan seluruh proses dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai prinsip-prinsip investigasi tindak pidana korupsi nan yuridis prosedural, teknis profesional, etis proporsional dan non intervensi," ujar Ahmad Yusuf.

Sebelumnya Kortas Tipikor Polri tengah mengusut dugaan korupsi proyek pengembangan pabrik gula Assembagoes Situbondo milik PTPN XI.

Proyek ini berjalan dari 2016 hingga 2022 dengan berbasis modernisasi menggunakan skema engineering, procurement, construction, and commissioning (EPCC).

Proyek nan dimulai sebagai bagian dari program strategis BUMN ini mendapatkan pendanaan dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp650 miliar dengan tambahan pinjaman senilai lebih dari Rp462 miliar.

Akan tetapi dalam proses pelaksanaannya ditemukan bahwa kontraktor utama, KSO Wika-Barata-Multina tidak melibatkan pihak nan mempunyai skill dalam teknologi gula. Proyek ini juga kandas memenuhi beberapa agunan keahlian nan dijanjikan, seperti kapabilitas giling, kualitas produk, dan produksi listrik untuk ekspor.

PTPN XI memutuskan perjanjian dengan KSO Wika-Barata-Multinas setelah kandas memenuhi syarat-syarat nan ditetapkan dalam kontrak. Total pembayaran nan telah dilakukan oleh PTPN XI kepada pihak kontraktor mencapai 99,3 persen dari nilai perjanjian nan mencapai Rp716,6 miliar.

(tfq/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional