Polri Gelar Malam Apresiasi HUT Bhayangkara ke-80, Ada Lomba Esports-Animasi AI

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Karooemnas Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko usai aktivitas Apresiasi Keeasi Polri untuk Masyarakat di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan. Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Polri menggelar puncak malam apresiasi dan kreasi dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Sejumlah lomba digelar dalam rangkaian aktivitas tersebut, mulai dari esports hingga kejuaraan imajinatif nan melibatkan masyarakat.

Karopenmas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, aktivitas tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bakti Bhayangkara nan telah berjalan sejak Mei hingga puncak Hari Bhayangkara pada 1 Juli 2026.

“Pada kesempatan malam hari ini, ini merupakan satu rangkaian dari bulan Bakti Bhayangkara pada bulan Mei, Juni, dan kemudian pada puncak aktivitas khususnya Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 nan digelar di Brimob, ialah upacara peringatan 1 Juli Hari Bhayangkara ke-80,” kata Trunoyudo dalam aktivitas tersebut, Selasa (11/8).

Tahun ini, Polri juga membuka ruang kreasi digital bagi generasi Z dan Alpha. Menurut Trunoyudo, kedua generasi tersebut menjadi perhatian lantaran diproyeksikan sebagai bagian dari generasi emas Indonesia 2045.

“Maka Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding. Ada beberapa aktivitas nan perlu kami sampaikan pada puncak malam apresiasi kreasi HUT Bhayangkara ke-80 tahun 2026. Tentu perihal ini menjadi satu rangkaian nan bukan sekadar hanya penghargaan, tetapi juga merupakan pertemuan alias mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun juga pengabdian,” ujarnya.

Salah satu kategori lomba digelar Divhumas Polri di bagian kreasi dan komunikasi publik. Total terdapat 1.667 peserta dalam beragam lomba, seperti cerpen, TikTok, fotografi, cipta lagu, mendongeng, video edukasi, infografis, tulisan jurnalistik, hingga animasi AI.

Sementara Korbinmas Baharkam Polri menggelar lomba pembinaan potensi masyarakat dengan 2.319 peserta. Kategorinya meliputi Bhabinkamtibmas teladan, Satpam teladan, Polsus teladan, Satkamling teladan, dan Tiga Pilar Kamtibmas.

Ada pula lomba ketahanan pangan nan diikuti 36 Polda secara internal, lomba Kampung Bebas dari Narkoba nan diikuti 33 Polda, lomba kearifan lokal dengan 300 peserta, serta lomba kebersihan nan diikuti 22 Satker Polri.

Untuk generasi muda, tahun ini Polri turut menggelar kejuaraan Esports Mobile Legends: Bang Bang. Sejumlah lomba pendamping juga digelar, seperti cosplay karakter The Freya, K mekanisme/KOL alias influencer, Hunt Pokemon, Reborn Trading Card Game, Cosplay Custom Competition, Polri Youth Movement, hingga Capture The Flag.

Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi alias Kak Seto mengapresiasi keterlibatan anak-anak dalam rangkaian lomba tersebut.

“Kami dari LPAI, sekarang kedudukan saya Ketua Dewan Pakar, memberikan apresiasi terhadap Polri pada ulang tahun nan ke-80 ini semakin meningkatkan pengabdian pada masyarakat, dan nan paling utama juga tidak melupakan anak-anak,” kata Kak Seto.

Dia berambisi Polri terus membangun kedekatan dengan anak-anak. Kak Seto juga mengingatkan kembali program Polsanak alias Polisi Sahabat Anak nan pernah dicetuskan pada 1986.

“Intinya adalah polisi agar tidak ditakuti oleh anak-anak. Polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter nan baik ya, dalam perihal ini adalah adab mulia dan sebagainya kepada anak-anak, lantaran itu adalah cikal bakal untuk manusia Indonesia di era Indonesia Emas tahun 2045 nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Aris Adi Leksono menilai pemberian penghargaan kepada anak-anak dapat mendorong mereka untuk terus mengembangkan potensi.

“Saya kira ini corak apresiasi dan bakal memicu alias memotivasi gimana partisipasi anak untuk kemudian dia berkembang, dia tumbuh dan berkembang, sehingga dia bisa kemudian menjadi bagian dari masyarakat nan kemudian terus berpacu untuk gimana mewujudkan generasi Emas Indonesia sebagaimana apa nan menjadi tema besar gimana Polri mengawal terwujudnya generasi emas di Nusantara ini,” kata Aris.

Aris berambisi ruang bagi anak-anak untuk berkarya dapat diperluas, termasuk dengan menambah jenis perlombaan nan sesuai dengan minat dan talenta mereka.

“Saya kira ke depan apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang nan lebih luas lagi dengan beragam macam mata lomba dan seterusnya, sehingga bakal kemudian memberikan ruang untuk anak terus berkarya berasas minat bakatnya sesuai dengan tumbuh kembangnya,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan