Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote(MI/Palce Amalo)
POLRES Timor Tengah Utara (TTU) memastikan bakal memanggil tiga personil DPRD Kabupaten TTU untuk penjelasan mengenai dugaan intimidasi terhadap dokter Icha Pakaenoni, 28 alias dr Icha. Ia meninggal pada Jumat (27/6) sore nan diduga akibat depresi.
Kapolres TTU AKBP Eliana Papote mengatakan interogator tetap mengumpulkan perangkat bukti dan memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap secara terang peristiwa nan menjadi perhatian publik tersebut.
"Hari ini proses pengambilan keterangan terhadap para saksi tetap berlangsung. Penyidik terus bekerja mengumpulkan fakta-fakta untuk membikin terang peristiwa ini. Hasil pemeriksaan para saksi nantinya bakal kami laporkan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai," kata AKBP Eliana Papote.
Selain memeriksa saksi-saksi nan bekerja berbareng korban saat piket di Instalasi Gawat Darurat (IGD), interogator juga bakal meminta penjelasan dari tiga personil DPRD TTU nan diduga terlibat dalam peristiwa intimidasi terhadap master Icha.
Selain itu, Polres TTU juga berkoordinasi dengan pihak RS Leona untuk memperoleh rekam medis mengenai kondisi kesehatan dan psikologis master Icha selama menjalani perawatan setelah peristiwa tersebut.
Untuk memperkuat proses penyelidikan, interogator turut berkoordinasi dengan mahir pidana dan mahir ilmu jiwa guna mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana.
"Kami juga berkoordinasi dengan mahir pidana dan mahir ilmu jiwa guna mengkaji apakah dugaan intimidasi tersebut memenuhi unsur tindak pidana alias tidak. Semua dilakukan berasas kebenaran dan ketentuan norma nan berlaku," ujarnya.
Di samping penyelidikan, Polres TTU terus melakukan langkah-langkah preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Polisi telah melakukan pendekatan kepada family almarhumah agar mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan nan dapat memicu gangguan keamanan.
Dia mengatakan, koordinasi juga dilakukan dengan Ketua DPRD TTU mengenai laporan family kepada Badan Kehormatan DPRD, serta dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten TTU untuk mengetahui perkembangan dan respons organisasi pekerjaan terhadap kasus tersebut.
Selain itu, kepolisian berkomunikasi dengan organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan agar tidak memanfaatkan rumor tersebut sebagai dasar melakukan tindakan nan berpotensi mengganggu keamanan.
Bakar Lilin dan Doa Bersama
Sementara itu, pada Sabtu (27/6) malam, IDI Kabupaten TTU berbareng tenaga kesehatan menggelar angan berbareng dan tindakan bakar lilin di depan Kantor DPRD TTU sebagai corak belasungkawa atas meninggalnya master Icha. Polres TTU melakukan pengamanan agar aktivitas berjalan kondusif dan tertib.
AKBP Eliana mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh info nan belum dipastikan kebenarannya.
"Kami membujuk seluruh masyarakat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta mempercayakan proses penanganan perkara ini kepada Polres TTU. Kami berkomitmen menyelesaikan kasus ini secara profesional, transparan, objektif, dan sesuai dengan ketentuan norma nan berlaku," tegasnya.
Dia memastikan, pihaknya bakal terus mengawal setiap tahapan penyelidikan hingga tuntas, termasuk proses penjelasan terhadap tiga personil DPRD TTU, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Timor Tengah Utara. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·