Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan Polres Purwakarta kerahkan Armoured Water Cannon untuk mensuplai air kepada warga.(Idok Humas Polres Pwk))

Di tengah musim tandus nan mulai berakibat terhadap kesiapan air bersih, Polres Purwakarta turun langsung membantu masyarakat dengan mengerahkan armada Armoured Water Cannon (AWC) untuk menyuplai air kepada warga terdampak kekeringan di wilayah Babakan Cikao, Purwakarta.

Bantuan air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk datang secara langsung ketika masyarakat menghadapi persoalan nan menyangkut kebutuhan dasar. Kehadiran kendaraan AWC di tengah permukiman penduduk tidak hanya membawa pasokan air, tetapi juga menjadi corak kepedulian kepolisian kepada masyarakat dalam menghadapi akibat musim kemarau.

Kapolres Purwakarta AKBP Febri Nurzam mengatakan aktivitas tersebut merupakan corak kepedulian sekaligus komitmen Polri untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara nyata.

“Polri tidak hanya datang ketika masyarakat memerlukan keamanan, tetapi juga berupaya datang ketika masyarakat menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. Pendistribusian air bersih ini merupakan corak kepedulian kami kepada penduduk nan terdampak musim kemarau,” kata Febri, Selasa (11/8).

Menurutnya, kondisi kekeringan memerlukan kepedulian dan kerja sama dari seluruh pihak. Karena itu, Polres Purwakarta terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat untuk bersama-sama mencari solusi atas persoalan kesiapan air bersih.

“Kami membujuk masyarakat untuk menggunakan air seperlunya, menjaga lingkungan, dan tidak melakukan aktivitas nan dapat memperburuk kondisi kekeringan. Jika menemukan kondisi darurat alias memerlukan bantuan, segera komunikasikan kepada abdi negara setempat agar dapat ditindaklanjuti bersama,” ujarnya.

Selain persoalan air bersih, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran rimba dan lahan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan langkah dibakar. (RZ/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia