Kreativitas datang dari perajin siluet dan peci goni asal Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berjulukan Nunung Ervana (43). Ia membikin siluet wajah Presiden Indonesia ke-7, Joko Widodo. Karyanya itu sempat ikut nimbrung di G20 pada 2022 silam.
Nunung biasa menggarap produk siluet wajah maupun peci berbahan dasar karung goni di tempat produksinya. Lokasinya di RT 1, RW 4, Desa Piji, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Di tempat itu beragam produk dibuatnya.
Nunung menceritakan, pada 2022, dia terpilih sebagai perwakilan pelaku UMKM asal Kudus untuk menyemarakkan G20 di Hotel Tentrem, Yogyakarta. Salah satu produk nan dibawa ialah siluet wajah Jokowi nan kala itu menjabat sebagai Presiden Indonesia.
"Saya hanya buat satu wajah siluet wajah pak Jokowi lantaran ada permintaan dari Kemenaker saat itu. Kami sebagai pelaku UMKM diminta bikin produk unik anak bangsa," katanya saat ditemui kumparan di kediamannya, Selasa (11/8).
Siluet wajah Jokowi sempat hendak ditawar dari negara-negara peserta nan juga datang di G20 itu. Namun, lantaran hanya membikin satu produk saja, dia tak bisa menjualnya.
"Kalau saat itu nan minta pak Jokowi malah saya kasih. Tetapi lantaran dari negara lain dan hanya ada satu sebagai contoh, saya tidak bisa menjualnya. Kalau mau pesan dulu saya buatkan," sambungnya.
Selain siluet berparas Jokowi, Nunung-sapaan akrabnya juga membikin siluet wajah Presiden pertama Indonesia, Soekarno. Produk itu datang lantaran ada permintaan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat tetap menjabat. Siluet bergambar wajah sang proklamator ini juga mejeng di G20 empat tahun silam.
"Ada masukan dari pak Ganjar, diminta bikin siluet wajah Soekarno," terangnya.
Nunung nan juga sebagai Owner Sentra Pengrajin Goni dan Pandan Nuswantoro memang berambisi membikin produk kerajinan dari limbah spons sandal sejak 2023. Ia kerap bekerja-sama dengan golongan UMKM berjulukan Pemuda Kreatif Kudus.
Kerajinan siluet bergambar wajah tokoh-tokoh krusial dibuatnya. Selain Jokowi dan Soekarno, dia juga membikin siluet wajah ustadz seperti KH Maimoen Zubair, ustadz Hasyim Asy'ari, siluet kaligrafi, dan lainnya.
Kerajinan siluet dipilih Nunung sebagai pengembangan produknya. Nunung kebetulan juga membikin produk peci dari bahan dasar karung goni pada 2019.
"Selain pengembangan produk, argumen membikin produk siluet lantaran mau memberdayakan teman-teman pelaku UMKM, seniman siluet wajah, kaligrafi dan lukis," ujarnya.
Pemilihan siluet nan berbahan dasar limbah spons sandal dipilihnya mengingat di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya banyak terdapat pabrik. Ia mencoba mengurangi tumpukan sampah berupa limbah untuk disulap menjadi kerajinan bernilai.
"Limbah sandal spons ini saya ambil di pengepul di Kudus. Di situ ada banyak limbah seperti spons sandal, bahan tas dan lainnya. Saya ambil limbah spons sandalnya," ucapnya.
Produk siluet berbahan dasar limbah spons sandal itu mempunyai keistimewaan. Produknya awet dan warnanya tidak mudah pudar. Selain itu, konsumen bisa memesan sesuai keinginan.
"Saya juga ada produk kaligrafi dari siluet berbahan dasar spons sandal. Kemudian saya beri warna menggunakan cat lukis agar tidak hanya warna hitam saja nan muncul," ujar Nunung.
Produk siluet itu terkadang juga dikombinasikan dengan produk berbahan dasar karung goni. Fungsinya sebagai latar belakang siluet-nya.
Satu produk siluet wajah bisa diselesaikan Nunung dalam waktu tiga hari. Durasi pembuatan bisa bertambah seiring tingkat kerumitan pesanan.
Harga satu siluet berukuran 45 cm x 55 cm berkisar Rp 350 ribu sampai Rp 400 ribu. Konsumen juga bebas request jenis pigura nan diinginkan. Sejauh ini pesanan siluet wajah datang dari penjuru Indonesia.
Pria berumur 43 tahun itu juga membikin produk kerajinan berbahan dasar limbah karung goni. Karung goni ini biasanya digunakan pabrik rokok di Kabupaten Kudus untuk menyimpan tembakau.
Di tangan Nunung, limbah karung goni disulap menjadi produk peci goni, topi, dan tas. Alasan Nunung memilih karung goni lagi-lagi untuk memberikan sumbangsih mengurangi tumpukan limbah.
Dari limbah karung goni nan tak terpakai bisa dibuatnya menjadi kerajinan estetik. Harga produk peci goni dijualnya mulai Rp 25 ribu sampai Rp 85 ribu per pcs. Sementara topi goni dijualnya Rp 100 ribu per pcs. Sedangkan siluet wajah berkisar Rp 350 ribu sampai Rp 2 jutaan.
Tantangan selalu ada dalam mengerjakan produk peci goni ini. Salah satunya kesulitan dalam proses penjahitan lantaran tekstur karung goni nan tidak rata. Selain itu, karung goni kudu dibersihkan terlebih dulu agar untuk menghilangkan aroma tembakau-nya.
Sejauh ini, pemasaran produk peci goni telah menyasar seluruh Indonesia. Selain itu penjualan juga merambah ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Mesir dan Belanda.
Berkat kreativitasnya, dia mendapatkan penghargaan dari Kemenaker RI kategori juara 1 Produk UMKM Kreatif Indonesia. Selain itu produk siluet wajah dan peci goni buatannya berkesempatan nimbrung di arena G20 sebagai salah satu produk UMKM Indonesia.
"Ke depannya saya dan juga teman-teman bakal terus menekuni upaya kerajinan ini. Apalagi kami besar dari kerajinan ini. Harapan kami dari UMKM ini dapat membangkitkan perekonomian bangsa," imbuhnya.
52 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·