Polling kumparan: 50,64% Pembaca Punya Screen Time Lebih dari 5 Jam per Hari

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi - anak kecanduan HP Foto: Rizky Arief Permana/Shutterstock

Sebanyak 37,5 persen alias 117 pembaca kumparan screen time sekitar 2-4 jam sehari. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 15 sampai 29 April 2026.

Total ada 312 responden nan menjawab polling ini. Sementara itu, terdapat 32,69 persen alias 102 responden nan mempunyai screen time selama 5–8 jam sehari.

Kemudian, sebanyak 17,95 persen responden mengaku menghabiskan waktu screen time mencapai 8 jam sehari. Sisanya, 11,86 persen responden hanya screen time kurang dari 2 jam sehari.

Dengan kata lain, orang nan menghabiskan screen time di atas 5 jam per hari ada di nomor 50,64 persen.

embed from external kumparan

Di era digital seperti sekarang, penggunaan gadget memang tak lepas dari kehidupan sehari-hari. Kita bisa saja menatap layar handphone berjam-jam untuk bermain media sosial (medsos), game, dan intermezo lainnya.

Berdasarkan studi milik Chhangani dkk berjudul The Vanishing Attention Span: Exploring Digital Distractions among University Students of India (2025), screen time nan berlebihan dapat mempengaruhi attention span. Studi tersebut dimuat dalam jurnal The International Journal of Psychology. Risetnya dilakukan terhadap 300 mahasiswa dari beragam universitas di India nan terdiri dari umur 15 hingga 25 tahun.

Chhangani dkk menemukan bahwa orang dengan screen time di bawah 4 jam, misalnya 2-4 jam, 33,7 persen orang mengaku kesulitan konsentrasi ketika melakukan satu tugas dalam jangka waktu panjang. Kemudian, pada golongan screen time tersebut, sebanyak 49 persen orang merasa mudah terdistraksi oleh handphone alias media sosial saat belajar alias kerja.

Dicky Pelupessy. Foto: Dok. Pribadi

Dosen Psikologi Universitas Indonesia (UI) Dicky Pelupessy mengingatkan, penggunaan medsos nan berlebihan dapat mempengaruhi rentang atensi (attention span) seseorang, terlebih untuk medsos berbasis video pendek.

Dicky menyebut krusial untuk membentuk pola kebiasaan menggunakan gadget nan baik. Perlu ada jarak saat bermain gadget. Salah satu langkah ialah dengan memasang timer untuk mengingatkan lama layar gadget menyala dan rutin mengecek weekly report pemakaian gadget.

Menurutnya, waktu ideal dalam sehari ialah 8 jam istirahat, 8 jam untuk sekolah alias bekerja, 8 jam untuk aktivitas lain. Medsos dan game jangan sampai mengganggu pola tersebut.

"Pola aktivitas antara medsos alias main game sudah keluar dari 8-8-8 gitu. 8 jam rehat nan kurang gitu ya alias terganggu, terus 8 jam sekolah alias bekerja juga sudah terganggu, sementara dia lebih banyak habiskan nan semestinya itu 8," terang Dicky saat dihubungi kumparan, Jumat (10/4).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan