Polusi menunjukkan batang bukti tungku tanah liat nan digunakan untuk membakar arang briket nan menjadi penyebab keracunan CO pada satu family di sebuah tenda di obyek Wisata Alam Posong, Temanggung. (MI/Safuan)
KEPOLISIAN akhirnya mengungkapkan penyebab kematian satu family asal Banyubiru, Kabupaten Semarang di sebuah tenda perkemahan di area Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung akhir Mei 2026. Berdasarkan hasil penyelidikan selama tiga minggu, diketahui kematian mereka akibat keracunan gas karbon monoksida (CO) nan berasal dari pembakaran briket arang di dalam tungku tanah liat.
"Dengan hasil konklusi ini, maka kematian satu family asal Banyubiru, Kabupaten Semarang di Obyek Wisata Alam Posong Temanggung dipastikan bukan lantaran berbisa makanan alias gas dari kompor portabel, " kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto.
Keempat korban nan tewas adalah Muhammad Ali Munawar, 52, istrinya Maghfirah, 43, Bagas Amar Hakiki, 21, dan Alvino Evan Hakim, 16.
Guna mengungkap kasus ini, Artanto mengatakan sebanyak 27 saksi telah dimintai keterangan. Di antaranya pengelola wisata, family korban, pengunjung, penduduk sekitar rumah korban, kawan korban, perangkat desa, akademisi, hingga personil kepolisian nan kali pertama mendatangi lokasi.
Senada, Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Tengah Kombes Agung Hadi Wijanarko mengatakan hasil autopsi dan sampel darah menunjukkan seluruh korban mengalami keracunan CO nan menyebabkan meninggal lemas.
"Kami juga tidak menemukan luka akibat kekerasan di tubuh para korban maupun kandungan unsur berbisa lain seperti sianida nan dapat menyebabkan kematian," ungkap Agung.
Agung juga mengungkapkan untuk memastikan sumber paparan karbon monoksida, Bidlabfor Polda Jawa Tengah melakukan simulasi langsung di letak kejadian. Sedangkan Kepala Sub Bidang Kimia Biologi Forensik Bidlabfor Polda Jawa Tengah AKBP Ibnu Sutarto mengatakan hasil simulasi menunjukkan sumber karbon monoksida berasal dari pembakaran tungku arang di dalam tenda nan tertutup rapat tanpa ada sirkulasi udara dari luar tenda.
"Hasil oleh TKP dan hasil uji laboratorium sangat mengenai mengungkapkan kematian satu family tersebut," imbuhnya.
Tetap Ramai
Sementara itu, berasas pemantauan Media Indonesia, Selasa (26/6) destinasi Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung tetap ramai dikunjungi visitor terutama saat masa liburan. Pelancong nan datang dari beragam wilayah itu umumnya datang berbareng rombongan melintas sebelum alias sesudah berjamu ke obyek wisata lain, seperti Dieng.
"Saya dari memandang kejadian embun kaku di, Dieng, mau pulang mampir sekalian ke Posong," ujar Anggi, seorang pelancong dari Yogyakarta.
Hal serupa juga diungkapkan Ardiansyah, visitor dari Kota Semarang, sebelum sampai ke Dieng untuk menyaksikan salju pada malam hingga awal hari, mampir ke Posong, Temanggung sembari mengisi waktu. "Kami berbareng rombongan tidak khawatir, lantaran kematian satu family visitor tersebut bukan dari gas berbisa dari alam, jadi aman," tambahnya. (Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·