Personel Brimob berjaga usai penyergapan letak nan diduga menjadi tempat peredaran narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta, Jumat (9/10/2026).(ANTARA FOTO/ Putra M. Akbar)
POLISI menguji balistik dua selongsong dan satu proyektil peluru utuh nan ditemukan di Tempat Kejadian Perkara kejadian penembakan di Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata (Kampung Ambon), Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (14/10) sore. Uji balistik dilakukan untuk mengidentifikasi kaliber serta jenis senjata api nan digunakan golongan penyerang.
"Di TKP kita dapatkan dua proyektil peluru nan sudah tinggal selongsongnya, dan satu proyektil peluru nan tetap utuh. Kita bakal cek balistik peluru tersebut jenisnya apa, kemudian kalibernya berapa untuk mengetahui jenis senjata nan mereka gunakan," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi, di Jakarta, Rabu (14/10).
Insiden penyerangan berdarah terjadi sekitar pukul 16.00 WIB ketika tiga penduduk tengah bersantai di bantaran kali. Secara mendadak, sekelompok orang tidak dikenal (OTK) turun dari kendaraan dan melakukan penyerangan secara serampangan menggunakan senjata tajam serta senjata api.
Akibat serangan tersebut, dua korban mengalami luka sayatan senjata tajam pada bagian punggung dan lengan, sementara satu korban lainnya menderita luka tembak di bagian telinga. Ketiga korban saat ini menjalani perawatan medis di rumah sakit dalam kondisi sadar dan telah memberikan keterangan kronologi kepada penyidik.
Polisi sekarang mendalami dugaan hubungan antara tindakan penyerangan ini dengan operasi pemusnahan peralatan bukti dan pembongkaran total lapak-lapak narkoba di area Kampung Ambon nan dilakukan petugas pada Selasa (13/10/2026).
Dugaan adanya keterkaitan makin menguat setelah beberapa saat pascapenyerangan, sisa area lapak narkoba nan telah dibongkar kepolisian justru dibakar oleh golongan orang tak dikenal.
"Kita tetap lakukan proses penyelidikan apakah ini sengaja dibakar sebagai bentuk perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa penggerebekan, penangkapan, dan sebagainya nan kita lakukan, alias memang terbakar," tambah Nasriadi.
Saat ini, personel campuran Polres Metro Jakarta Barat tetap mengejar para pelaku penyerangan serta memperketat pengamanan di sekitar letak kejadian. (Ant/P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·