Kedua pelaku kasus vape narkoba di Jalan Asrama, Medan.(Dok. Polrestabes Medan)
DUNIA intermezo malam dan upaya peralatan haram membawa seorang disc jockey (DJ) berinisial RM, 33, berurusan dengan hukum. Warga Kecamatan Medan Sunggal tersebut ditangkap pihak kepolisian saat hendak mengirimkan vape narkoba alias pod getar di sebuah warung di dalam kompleks perumahan mewah, Jalan Asrama, Kota Medan.
Penangkapan RM dilakukan pada Senin (14/9). Dalam operasi tersebut, polisi sukses mengamankan peralatan bukti berupa 100 paket vape narkoba nan dibawa tersangka di dalam sebuah plastik.
Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafly Nugraha, mengungkapkan bahwa ratusan pod tersebut terdiri dari dua merek berbeda. Sebanyak 60 paket bermerek Batman, sementara 40 paket sisanya bermerek Yakuza.
"Tersangka beriktikad melakukan transaksi vape narkoba di warung dalam kompleks mewah tersebut. Dia membawa 100 unit vape narkoba," ujar Rafly pada Minggu (20/9).
Sempat Mencoba Melarikan Diri
Saat menyadari kehadiran petugas, RM sempat berupaya melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun, tindakan kejar-kejaran tersebut berhujung setelah polisi sukses mencegat dan menangkapnya di gerbang perumahan.
Berdasarkan pemeriksaan awal, RM mengaku baru menjalankan upaya terlarangan ini selama sekitar dua bulan. Profesi sebagai kurir narkoba tersebut dia jalani sembari tetap aktif bekerja sebagai DJ di kelab malam.
Rafly menambahkan, RM diketahui mempunyai rekam jejak bekerja di luar negeri. Sebelum kembali ke Medan, dia sempat bekerja sebagai operator gambling online di Kamboja. RM mengaku tergiur menjadi kurir vape narkoba lantaran iming-iming untung besar, ialah bayaran hingga ratusan juta rupiah jika sukses mengantarkan 100 paket tersebut.
Pengembangan Jaringan
Polisi terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan di kembali tindakan RM. Hasilnya, petugas menangkap seorang laki-laki berinisial FS, 36, di Jalan Setia Budi. FS diduga berkedudukan membantu RM dalam pendistribusian serta bekerja sebagai perantara sekaligus pengumpul duit hasil penjualan.
Hingga saat ini, pihak kepolisian tetap memburu dua orang lainnya nan diduga kuat sebagai pemasok utama vape narkoba tersebut, ialah laki-laki berinisial ER dan U. "Identitas kedua pemasok sudah kami kantongi dan saat ini dalam pengejaran penyidik," pungkas Rafly. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·